Di Jakarta, Karopenmas melakukan konferensi pers berkenaan meninggalnya Brigadir J. Karopenmas terkesan tidak menguasai materi karena mendapatkan bahan dan informasi yang tidak utuh dan telah direkayasa oleh personel Div Propam Polri.
Ini mengakibatkan masyarakat semakin bertanya-tanya dan muncul pemberitaan terkait kejanggalan terhadap kematian Brigadir J.
Tanggal 12 Juli 2022
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Metro Jakarta Selatan melakukan konferensi pers terkait dengan penanganan perkara yang lebih lengkap karena Polres Metro Jaksel langsung melakukan olah TKP dan telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi di TKP.
Namun, apa yang dilakukan telah mendapat intervensi dari FS sehingga proses penyidikan dan olah TKP yang dilaksanakan menjadi tidak profesional.
“Narasi yang disampaikan Kapolres salah satunya terkait hasil autopsi sementara yang terdapat 7 luka tembak masuk, 6 luka tembak keluar,” tuturnya.
“Ini menjadi pertanyaan, karena apa yang disampaikan Kapolres terlalu cepat mengambil kesimpulan kemudian didapati bahwa Kapolres datang terlambat saat ke TKP,” sambung Kapolri.
Selanjutnya, Kapolri membentuk tim khusus yang beranggotakan antara lain Wakapolri, Irwasum, Kabareskrim, Kabaintelkam, As SDM, dan Kadiv Humas. Timsus melakukan olah TKP ulang karena ada perbedaan pendapat terkait peristiwa yang terjadi.
Dalam prosesnya terdapat intervensi dan pengaturan kejadian oleh beberapa personel Div Propam Polri terhadap personel timsus yang melakukan olah TKP.
Tanggal 18 Juli 2022
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya