Beritasulsel.com — Komunitas Sahabat dKAT menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan wirausaha di Sengkang, Ahad (1/2/2026). Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta, khususnya kalangan Generasi Z yang mendominasi jalannya acara.
Sekitar 60 persen peserta yang hadir merupakan Gen Z, terdiri dari mahasiswa, orang tua, serta pelaku usaha. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas pentingnya kesehatan dan kemandirian finansial sebagai bekal masa depan.
Pembicara pertama, KM. Syawal Rifandi, seorang dai muda sekaligus edukator Enagic Indonesia, menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan fisik dan kemandirian finansial sejak usia dini. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang seimbang antara menjaga tubuh tetap sehat dan menyiapkan masa depan secara ekonomi.
“Kesehatan dan kemandirian finansial harus dibangun sejak muda. Keduanya saling berkaitan dan menjadi pondasi kualitas hidup ke depan,” ujarnya di hadapan peserta.
Salah satu peserta, Muhammad Kahar, mahasiswa yang turut hadir, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan generasi muda dan membuka wawasan tentang pentingnya perencanaan kesehatan dan ekonomi sejak dini.
Pembicara kedua, Agusrianti, edukator Enagic Indonesia (6A), menyampaikan bahwa kesehatan tidak hanya dimaknai sebagai kondisi bebas dari penyakit, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas hidup, terutama saat memasuki usia lanjut.
“Kesehatan hari ini menentukan bagaimana kualitas hidup kita di usia 60 tahun ke atas. Di sinilah peran orang tua sangat besar dalam membentuk pola hidup sehat anak-anaknya,” jelasnya. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dari para ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, pembicara ketiga, Darwis Muhlas selaku Founder Sahabat dKAT, menegaskan bahwa sektor kesehatan saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan dasar individu dan keluarga, tetapi juga memiliki potensi usaha yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional dan didukung pendampingan dari para pakar.
“Kesehatan adalah kebutuhan utama, namun juga peluang usaha yang besar jika dijalankan dengan pengetahuan dan bimbingan yang tepat,” katanya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan dari peserta dijawab langsung oleh para pemateri berdasarkan pengalaman serta testimoni mereka di bidang kesehatan dan kewirausahaan.
Ketua panitia, Miksal, mengaku senang melihat antusiasme peserta. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan menjadi pondasi awal berkembangnya komunitas yang mendampingi masyarakat dalam mewujudkan kesehatan sejati.
“Kesehatan sejati itu mencakup fisik, finansial, sosial, dan mental. Harapan kami, Sahabat dKAT bisa terus membersamai masyarakat menuju tujuan tersebut,” tutupnya. (*)
