Begini Kronologi DPO Curanmor yang Tewas Ditembak di Jeneponto

oleh -
(Ilustrasi dilumpuhkan, foto: istimewah)

Beritasulsel.com – Salam (27), warga Kampung Patokka, Desa Tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, ditembak mati, Kamis (3/10).

Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, kepada beritasulsel.com, mengatakan bahwa Salam adalah resedivis sekaligus DPO tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

“Salam ditembak oleh tim Pegasus Polres Jeneponto dipimpin Aipda Abd. Arsyad, di Kampung Ramba Desa Rumbia, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, sekira pukul 22.30 wita,” ujar Syahrul, Jumat (4/10)

Saat itu, kata dia, tim Pegasus mendapat informasi bahwa Salam sedang berada di salah satu rumah di Kampung Ramba Desa Rumbia, Kecamatan Kelara, Jeneponto.

Tim lalu berkoordinasi dengan TMC Resmob Polda Sulsel lalu bergerak dan mengepung lokasi yang dimaksud, dua personel naik ke rumah mengetuk pintu untuk memastikan pelaku ada di dalam rumah.

Namun pada saat diketuk pelaku terlihat hendak melompat dari atas rumah sehingga tim berteriak kepada pelaku untuk diam ditempat dan menyerahkan diri, akan tetapi pelaku Salam malah mengambil parang panjang dan memegang leher istrinya dari belakang sambil mengancam akan dibunuh jika dirinya ditangkap.

Sehingga personil mundur dan membujuknya untuk menyimpan parangnya dan menyerahkan diri, tetapi pelaku semakin memberontak akan membunuh istrinya dengan mengarahkan parang ke lehernya sehingga personil tim melakukan tembakan peringatan sebanyak 5 kali

“Namun pelaku tidak mengindahkan dan malah menyeret istrinya kesamping rumah kemudian melarikan diri,” kata Syahrul mengurai kronologi kejadian.

Tetapi personil tim terlebih dahulu mengepung tempat pelariannya dan pelaku melakukan perlawanan dengan memarangi salah satu anggota dan mengenai lengannya, sehingga dengan keadaan mendesak dan sangat perlu untuk menyelamatkan anggota dari ancaman yang membahayakan nyawanya dilakukan tembakan terarah dan terukur untuk melumpuhkan pelaku dengan menembak paha kiri sebanyak 2 kali.

Namun pelaku masih saja tetap melakukan perlawanan dengan mengayunkan parangnya kearah anggota sehingga dilakukan penembakan kearah pelaku dan mengenai ketiak sebelah kiri,

“hingga akhirnya pelaku melepas parangnya dan anggota pun langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang,” imbuh Syahrul.

“Penangkapan Salam berdasarkan 16 laporan polisi, 3 diantaranya dilaporkan di Polres Bantaeng sedangkan 13 laporan diterima Polres Jeneponto. Pelaku sebelumnya sudah 3 kali masuk Lembaga Pemasyarakatan,” kunci Syahrul. (Andi Bur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *