Mahasiswa KKN Unhas Kerjasama KOMPAC Rancang Fasilitas Sekolah Tanggap Darurat

oleh -

Makassar – Pembekalan mitigasi bencana merupakan salah satu program kerja Mahasiswa KKN Reguler UNHAS Gelombang 99 yang dilaksanakan di Pesantren YADI Bonto Cina, Kel. Raya, Kec. Turikale, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Komunitas Peduli Mitigasi Bencana (KOMPAC). Koordinator Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 99, Ririn Arnandi mengatakan, fasilitas sosial pada kota-kota berkembang sangat rawan terhadap bencana seperti banjir dan kebakaran.

Pada sisi lainnya, lanjut Ririn, lingkungan fisik tidak mendukung dalam upaya mengantisipasi kejadian tersebut seperti tidak tersedianya papan informasi denah gedung, jalur evakuasi dan titik kumpul saat terjadi bencana.

BACA JUGA :   Kerjasama Damkar dan BPBD, Fakultas Teknik Unhas Gelar Plano Resilient Urban Care 2018

Terutama pada lingkungan sekolah dimana anak-anak sebagian besar menghabiskan waktunya disana guna menimbah ilmu, sehingga guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari bencana maka perlu diciptakan Sekolah siaga bencana.

Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian, yaitu sosialisasi mitigasi bencana, pembuatan peta jalur evakuasi, dan pemasangan signage jalur evakuasi yang merupakan fasilitas penunjang dalam menciptakan sekolah siaga bencana.

BACA JUGA :   Kerjasama Damkar dan BPBD, Fakultas Teknik Unhas Gelar Plano Resilient Urban Care 2018

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari bentuk upaya aktif mahasiswa KKN Unhas Gelombang 99 dalam memberikan gambaran sederhana tentang konsep Resilient City (Kota Tahan Bencana) dimana lingkungan fisik membantu saat terjadi hal yang tidak diinginkan sewaktu-waktu kepada masyarakat khususnya kaum pelajar,” tutur Ririn Arnandi, disambut antusias santri dan para staf pengajar di Pesantren tersebut, Minggu (5/8/2018).

Senada dengan itu, ketua KOMPAC Ahmad Fauzi Budjang mengatakan, menanggapi kejadian bencana yang semakin sering terjadi di Indonesia, KOMPAC menciptakan sebuah gerakan yang bertujuan menciptakan rasa aman dari bencana bagi siswa melalui Gerakan 101 Sekolah Siaga Bencana.

BACA JUGA :   Kerjasama Damkar dan BPBD, Fakultas Teknik Unhas Gelar Plano Resilient Urban Care 2018

“Melalui Gerakan 101 Sekolah Siaga Bencana, diharapkan kedepannya para siswa dapat lebih siap dalam menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja, selain itu diharapkan juga para siswa dapat lebih peduli mitigasi bencana sejak dini agar bencana juga dapat dicegah dan diatasi sedini mungkin.” papar Ahmad Fauzi.