Tanggap Keluhan Warga, Ini yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Tengah 

oleh -

Beritasulsel.com – Menjaga Sitkamtibmas yang aman dan kondusif adalah tugas utama seorang Bhabinkamtibmas pada daerah binaannya. Selain menjaga Kamtibmas, tugas lainnya yang tidak kalah penting yakni memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Tengah, Desa Mattunreng Tellue, Briptu Ihsan Baharuddin.

Mengetahui adanya keluhan yang disampaikan oleh beberapa masyarakat yang disampaikan melalui pesan WA (WhatsApp) terkait maraknya penjual miras jenis ballo yang meresahkan, Briptu Ihsan langsung turun dengan sigap menuju desa. Sabtu, 4/42020.

BACA JUGA :   Wakil Bupati Sinjai Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Sinjai Tengah

Menurut laporan warga, selain dampak buruk yang ditimbulkan dari minuman keras, masyarakat Mattunreng Tellue juga merasa terganggu dengan orang – orang yang berasal dari luar desa yang datang untuk membeli ballo dikhawatirkan membawa penyakit/virus corona (covid-19) yang saat ini menjadi pandemi tingkat dunia dan menjadi problem utama.

Berbekal informasi yang diberikan oleh masyarakat setempat dan didampingi oleh staf kantor desa, Bhabinkamtibmas mendatangi rumah – rumah penjual ballo yang ada di Mattunreng Tellue.

BACA JUGA :   Dispora Sinjai Mulai Seleksi Bakal Calon Paskibraka

Giat Bhabinkamtibmas tersebut tentunya mengutamakan tindakan preventif yang bersifat edukatif kepada masyarakat penjual ballo dengan mensosialisasikan bahaya virus corona, bahaya konsumsi miras dan ancaman hukuman bagi penjual miras sesuai dengan pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Di tempat lain, Kapolsek Sinjai Tengah, AKP Sunyoto, S. Sos mengharapkan dengan adanya giat sosialisasi dan edukatif dari Bhabinkamtibmas tersebut dapat menumbuhkan kesadaran dari masyarakat untuk tidak lagi menjual barang terlarang.

BACA JUGA :   Fachriandi Kunjungi Beberapa Posko Terpadu Covid-19 di Sinjai Barat

“Disamping karena melanggar hukum, efeknya juga yang merusak, kita juga harus menjaga agar tidak ada virus yang dibawa masuk oleh pendatang”, ungkap Sunyoto. (Sambar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *