Beritasulsel.com – Seorang bocah kelas V SD di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas digilas dump truk pengangkut material pasir.
Bocah tersebut bernama Fadil berusia 11 tahun, warga BTN Fuad Arafah, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.
Korban digilas dump truk bermuatan material pasir yang diduga dari tambang ilegal.
Korban diinjak di jalan alternatif tambang tepatnya di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, Minggu (18/2/2024) sekira pukul 14.10 WITA.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, dump truk yang diduga menginjak korban hingga tewas, berwarna kuning bernomor polisi DD-8789-UT.
Kronologinya, pada hari Sabtu (17/2), korban bersama orang tuanya datang ke Desa Anrang menghadiri acara aqiqah yang digelar keluarga korban.
Keesokan harinya yakni Minggu (18/2), korban ke Sungai Balantieng yang ada tambang galian c untuk berenang bersama teman-temannya.
Setelah itu, korban pulang dan naik ke dump truk tersebut tanpa diketahui sopir.
Saat dalam perjalanan, korban lompat dari atas truk kemudian diinjak dan tewas mengenaskan di TKP.
“Dari ki berenang, saat pulang, dia (Fadil) ikut di situ di mobil kemudian lompat saat dalam perjalanan saat itulah korban diinjak dan meniggal dunia di TKP,” tutur salah satu warga yang ditemui di lokasi kejadian.
Satlantas Polres Bulukumba IPTU Anwar yang dihubungi mengatakan bahwa saat ini sopir truk tersebut telah diamankan di Mapolres Bulukumba guna pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun pemeriksaan awal terhadap sopir tersebut yang diketahui bernama Anjas, kata Anwar, adalah, Anjas tidak mengetahui ada orang yang ikut di mobilnya.
“Pengakuan Anjas, dia katanya tidak tahu bahwa ada anak anak yang ikut di mobilnya. Nanti dia tahu setelah ada orang teriak teriak bahwa ada orang yang diinjak,” ucap IPTU Anwar kepada beritasulsel jaringan beritasatu.com.
Saat ini insiden yang merenggut nyawa bocah tersebut, dalam penanganana Satlantas Polres Bulukumba. (***)
