Komnas Perlindungan Anak: Selamatkan Anak Indonesia Dari Bahaya HIV/AIDS

- Redaksi

Sabtu, 1 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Papua Barat melaporkan bahwa tahun 2013, 2-3 orang dari 100 warga Tanah Papua positif terjangkit HIV/AIDS. Sementara di Jawa Tengah dilaporkan, 17.000 usia pelajar terindikasi HIV/AIDS dari hubungan sejenis.

“Demikian juga di Lampung, Makasar, Jawa Barat, Medan dan Jawa Timur dan daerah-daerah lainnya tidak terlepas dari ancaman bahaya HIV/AIDS” Demikian disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, di Jakarta, Sabtu (01/12) saat memperingati Hari HIV dan AIDS se dunia.

Sudah banyak anak-anak menjadi korban terpapar atau terinfeksi HIV/ADS yang bersumber dari orangtuanya sendiri. Sudah banyak pula anak-anak dan keluarganya terusir dari desanya, diberhentikan dari sekolah bahkan sudah begitu banyak anak-anak usia balita terpaksa meregang nyawa akibat terinfeksi HIV/AIDS tanpa perlindungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh sebab itu, sudah sepatutnya dan selayaknyalah, atas nama kemanusiaan, demi masa depan serta kepentingan terbaik anak, masyarakat, pemerintah dan negara wajib hadir untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV Aids yang sedang mengancam.

“Setiap pemerintah di seluruh Indonesia wajib menyediakan anggaran kesehatan yang cukup untuk menjamin dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya atau korban AID dan Aids,” ujar Arist

Arist menambahkan, program pencegahan dan deteksi dini terhadap kelompok potensial terpapar atau terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya dan hubungan seksual remaha sejenis harus menjadi program unggulan pemerintah dan Komisi Penanggulangan Aids serta respons positif melalui pendekatan korban bagi anak-anak ýang terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya.

Masyarakat diminta juga untuk tidak mengucilkan korban, memberikan stigma, mencabut hak anak atas pendidikan dan kesehatan, membenci, mengucilkan korban, bahkan mengusir korban dan keluarganya dengan paksa dari desa dan tempat tinggal korban. Pemerintah wajib menjamin perlindungan kesehatan bagi korban khususnya bagi anak-anak yang terinfeksi atau terpapar HIV dan AIDS.

Pemerintah dengan melibatkan pemangku dan pegiat perlindungan anak wajib memberikan informasi akurat mengenai HIV/ AIDS dan cara penanggulangannya kepada masyarakat di desa melalui kerja penyuluhan dengan menggunakan bahasa yang muda dicerna anggota warga masyarakat, dengan demikian anggota masyarakat paham dan mendapat informasi yang benar sehingga tidak dalam ketakutan ketika menghadapi anak-anak yang terinfeksi HID/AIDS dan tidak main hakim sendiri.

“Disinilah betapa pentingnya kehadiran pemerintah” papar Arist.

Apa yang dirasakan anak di Lampung, di Sangihe Sulawesi Utara dan di Pulau Samosir Sumatera Utara hari ini Sabtu 01 Desember 2018 bersamaan dengan hari peringatan HIV/AIDS sedunia,

“mewajibkan kita untuk memberikan pertolongan, dan bantuan kemanusiaan terhadap anak yang menjadi korban , imbuh Arist Merdeka” tutup Arist.

Berita Terkait

Oknum Debt Collector di Bulukumba Dipolisikan Dituding Rampas Mobil, Begini Kronologinya
Kebakaran Pondok Pesantren Mambaul Ulum Addariah DDI Patobong Pinrang, Satu Santri Tewas
Breaking News: “Satu Santri Ponpes Hasyim Asy’Ari Bantaeng, Ditemukan Tewas”
Bila Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Tidak Dicopot, Kebebasan Pers Terancam
Sulsel Usulkan 6 Item Warisan Budaya Tak Benda dalam Sidang Penetapan WBTB
Ahmad Dililit Ular Piton Sepanjang 7 Meter
Avanza Hitam Terguling Setelah ‘Berciuman’ dengan Calya Merah di Tikungan Ujung Katinting Bantaeng
Breaking News: Pj Gubernur Sulsel Resmi Berganti ini Undangan Pelantikannya

Berita Terkait

Kamis, 30 Januari 2025 - 14:20

Oknum Debt Collector di Bulukumba Dipolisikan Dituding Rampas Mobil, Begini Kronologinya

Rabu, 8 Januari 2025 - 17:34

Kebakaran Pondok Pesantren Mambaul Ulum Addariah DDI Patobong Pinrang, Satu Santri Tewas

Minggu, 24 November 2024 - 13:46

Breaking News: “Satu Santri Ponpes Hasyim Asy’Ari Bantaeng, Ditemukan Tewas”

Sabtu, 7 September 2024 - 16:51

Bila Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Tidak Dicopot, Kebebasan Pers Terancam

Selasa, 20 Agustus 2024 - 22:00

Sulsel Usulkan 6 Item Warisan Budaya Tak Benda dalam Sidang Penetapan WBTB

Berita Terbaru

Pemkot Parepare

Kejari Parepare Musnahkan 16.870 Butir Obat Farmasi 

Rabu, 26 Feb 2025 - 14:19

Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-461, A. Ilham Abubakar.

Sinjai

Puncak Peringatan Hari Jadi Sinjai ke-461 Diundur

Rabu, 26 Feb 2025 - 07:52