Jakarta – Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia mengecam keras tindakan kekerasan terhadap Afan Safrian, Ketua Umum SEMMI Kalimantan Tengah, yang diduga menjadi korban pemukulan brutal oleh dua orang tak dikenal pada Minggu malam (3/8), di depan Hotel FIZ, Palangka Raya.
Korban dipukul menggunakan kayu panjang oleh pelaku bermotor tanpa plat yang mengenakan pakaian dan masker serba hitam. Afan mengalami luka di kepala, sementara rekannya mengalami cedera pada mulut. Aksi ini jelas bukan kriminal biasa, tapi bentuk intimidasi yang mencurigakan terhadap suara kritis mahasiswa.
Kami mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas, menangkap pelaku, dan mengungkap motif sebenarnya. Kekerasan ini adalah ancaman terhadap kebebasan sipil, demokrasi, dan hak berekspresi.
Gerakan mahasiswa tidak boleh dibungkam dengan teror. Jika negara diam, maka publik berhak curiga bahwa ada pembiaran yang disengaja.
