Wagub Sulsel Tinjau Pembangunan Dua Bendungan di Soppeng

oleh -

Beritasulsel.com – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi dua bendungan di Kabupaten Soppeng, Senin (27/7/2020).

Yakni Bendungan Coppo Congki di Desa Bulu’e, Kecamatan Marioriawa dan Bendungan Toddang Saloe di Desa Leworeng, Kecamatan Donri–Donri.

Diketahui, pembangunan Bendungan Coppo Congki ini nantinya akan memberikan manfaat yang beragam, salah satunya mencegah banjir. Sementara Bendungan Toddang Saloe dalam kondisi jebol akibat banjir. Hal itu akibat bendungan tak mampu menampung debit air yang semakin tinggi. Saat ini dilakukan pembangunan untuk perbaikan bendungan itu.

BACA JUGA :   Peduli Sesama, Dandim 1405/Mlts Sambangi dan Beri Bantuan Korban Kebakaran

Kunjungan orang nomor dua di Sulsel itu dalam rangka meninjau progres pembangunan kedua bendungan itu.

Bendungan Coppo Congki pembangunan dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang pada Kementerian PUPR atau bersumber dari APBN. Sementara Bendungan Toddang Saloe bersumber APBD Provinsi Sulsel.

Didampingi Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menuju lokasi, Wagub Sulsel mengendarai mobil off-road untuk meninjau langsung kedua pembangunan bendungan itu. Mengingat akses menuju bendungan di jalanan berlumpur dan licin.

BACA JUGA :   Kisah Kakek Majid di Amali Bone Terkejut Mendapat Bantuan Wagub Sulsel

“Bendungan Coppo Congki adalah proyek untuk membendung sungai sehingga air dapat dimanfaatkan sebagai air baku serta potensi irigasi,” ujarnya.

“Fungsi lain dari bendung ini yakni menahan laju sedimen dan arus menuju Danau Tempe untuk pendangkalan dan mencegah banjir,” jelasnya.

Di Bendungan Toddang Saloe, kata Wagub Sulsel, terjadi kerusakan pada spillway. Akibat kerusakan itu, masyarakat langsung berinisiatif membuat tanggul sementara. Namun respon cepat Pemprov Sulsel dalam melakukan perbaikan dalam pembangunan bendungan itu.

BACA JUGA :   DPMTSP Sidrap Beri Pelayanan Terbaik, Ini Rincian Saluran Pengaduannya

“Kini kita sudah respon dengan kontrak perbaikan dan sudah MC 0%. Besar manfaatnya untuk sistem irigasi teknis dan sangat urgent untuk dilakukan,” bebernya. (RIS/BSS)