Beritasulsel.com – Video Bupati Bulukumba tendang ban, viral di media sosial. Video tersebut berurasi 29 detik, nampak Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf alias Andi Utta mendatangi pendemo lalu menendang ban bekas milik pendemo.

Seketika aksi tersebut terlihat ricuh, Satpol PP dan demonstran dari Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bulukumba saling dorong.

Kendati demikian, banyak netizen yang mengapresiasi Bupati Bulukumba karena tendang ban yang diduga akan dibakar oleh para pendemo.

Namun tak sedikit diantaranya menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kabupaten Bulukumba tersebut adalah pemicu kerusuhan.

Seperti yang dilontarkan Riswan, PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat AlGazali Bulukumba. Dia mengatakan bahwa tidak sepantasnya seorang bupati memperlakukan demonstran seperti itu.

“Tidak sepantasnya seorang pemimpin (Bupati) melakukan hal seperti ini (menendang ban pendemo). Miris rasanya ketika kita memiliki seorang pemimpin yang otoriter dan tidak mau didemo. Maka dari itu saya selaku mahasiswa prihatin melihat perlakuan ini,” ucap Riswan.

Lanjut ke halaman 2:

Tanggapan PMII 

Salah seorang pendemo yakni Sulfikar Asyraf juga menyayangkan bupati datang menemui pendemo lalu menendang ban. Karena kata dia, hal itulah yang memicu adanya gesekan antara Satpol PP dan Mahasiswa.

“Kami tidak menyangka bahwa ada preman merusak citra Satpol PP dalam melakukan pengawalan memicu kerusuhan sehingga terjadi chaos. Padahal kami tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi. Saya selalu memperjelas dalam orasi bahwa maksud tujuan kami baik. Kami hanya ingin diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi tidak diperlakukan seperti segerombolan penjahat yang berteriak di jalan diintai kiri kanan, apa jadinya Bulukumba ke depan jika (Bupati) tidak bisa menerima apsirasi mahasiswa,” ungkap Sulfikar.

Andi Utta yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp dan telpon genggamnya belum merespon hingga berita ini diterbitkan.

Lanjut ke halaman 3:

Tanggapan Kasubag Publikasi Pemda Bulukumba

Kasubag Publikasi Pemda Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad yang dikonfirmasi mengatakan bahwa Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf justru harus diapresiasi karena menemui para pendemo.

“Ini artinya Bupati memiliki respon baik jika ada elemen masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya,” ucap Andi Ullah.

Saat pendemo dari mahasiswa PMII Bulukumba datang di depan Kantor Bupati, lanjut Andi Ulla, disaat bersamaan Bupati Muchtar Ali Yusuf sementara mengikuti vidcon pembekalan Kepala Daerah yang dilaksanakan oleh Kemendagri.

Kegiatan materi pembekalan ini sebenarnya tidak bisa ditinggalkan, namun karena bupati menghargai para pendemo maka beliau meminta izin kepada penyelenggara untuk menemui pendemo.

“Beliau pun turun dari ruangannya dan meminta para pendemo untuk bertemu/berdialog di tempat parkir mobil Bupati,” jelasnya.

Beberapa kali dipanggil untuk bertemu di halaman kantor di tempat parkir mobil Bupati, pihak pendemo tidak mau masuk dengan alasan mereka masih mau orasi dan bakar ban.

Andi Utta sebenarnya berharap, para pendemo tidak perlu harus teriak-teriak di luar. Bisa langsung masuk di halaman Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun karena respon pendemo atas ajakan Bupati untuk berdialog tidak ditanggapi baik, maka Bupati pun langsung menemui mereka di luar pagar kantor.

Bupati menganggap para pendemo ini tidak memiliki itikad baik untuk melakukan dialog, makanya dia menendang ban yang hendak dibakar oleh pendemo. Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa diapresiasi sebagai kritik membangun kepada pemerintah daerah.

“Hanya saja adab-adab untuk menyampaikan aspirasi tidak diindahkan oleh mahasiswa,” ungkap Andi Ulla

“Terbukti, ajakan Bupati untuk berdialog tidak direspon baik oleh para pendemo, sehingga tujuan yang hendak dicapai dalam menyampaikan aspirasinya tidak terwujud, malah sebaliknya terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas,” pungkasnya. (hs/bss)