Bulukumba – Kasus pembunuhan sadis antara anak dan ayah mengguncang warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban bernama Idris (61), dibunuh secara keji oleh anak kandungnya sendiri berinisial SS (35) bersama tetangganya berinisial ML (70).

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, di sebuah gubuk rumput laut milik korban di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Kronologi Kejadian: Dibunuh Saat Terlelap

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, mengungkapkan bahwa aksi keji ini dilakukan para pelaku saat korban tengah beristirahat.

“Korban dieksekusi menggunakan senjata tajam ketika sedang tertidur pulas di gubuk tersebut,” ujar Restu dalam konferensi pers di Mapolres Bulukumba, Rabu (1/4/2026).

​Kekejian pelaku tak berhenti di situ. Berdasarkan hasil penyelidikan, ML berperan menggorok leher korban. Sementara itu, SS yang merupakan darah daging korban tega membelah perut ayahnya lalu mengeluarkan organ dalam (usus), lalu memotongnya.

Potongan organ tersebut kemudian dimasukkan pelaku ke dalam jeriken dan disimpan di dekat rumah korban.

Siasat Licik Menghilangkan Jejak

Usai menghabisi nyawa korban, kedua pelaku mencoba bermain rapi untuk menutupi jejak kriminal mereka.

Mereka mencuci seluruh senjata tajam hingga pakaian korban yang bersimbah darah, lalu menjemurnya seolah tidak terjadi apa-apa.

​Jasad Idris baru ditemukan dua hari kemudian, yakni pada Senin siang, 30 Maret 2026. Untuk menepis kecurigaan, SS dan ML sempat bersandiwara menunjukkan rasa duka yang mendalam.

“Tersangka SS bahkan mengantar jasad ayahnya ke RSUD untuk proses otopsi. Sedangkan ML juga berada di lokasi untuk mendampingi polisi saat Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tambah Restu.

Motif Dendam dan Sakit Hati

Meski mencoba mengelabui petugas, kejelian personel Polres Bulukumba dalam melakukan olah TKP akhirnya membuahkan hasil.

Polisi mencium gelagat mencurigakan hingga akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku dalam waktu singkat.

Kepada penyidik, kedua pelaku membeberkan motif di balik aksi nekat tersebut. ML mengaku menyimpan dendam pribadi terhadap korban.

Sementara SS, mengaku tega menghabisi nyawa ayahnya karena merasa sakit hati setelah dirinya tidak lagi diakui sebagai anak.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi dan terancam hukuman berat atas tindakan pembunuhan berencana yang mereka lakukan. ***