Pegunungan Bintang – Sebanyak 10 pendulang emas dilaporkan meninggal dunia usai diserang atau dibantai oleh kelompok bersenjata di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan proses evakuasi korban di tengah medan hutan yang sulit dijangkau.

Insiden berdarah tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah pegunungan Papua.

Aparat keamanan kini memburu para pelaku sambil memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan penyelidikan awal, kelompok yang diduga terlibat disebut berasal dari jaringan Batalyon Yamue yang dipimpin Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka.

Kelompok itu diperkirakan beranggotakan sekitar 15 orang dan diduga membawa senjata api laras panjang serta senjata rakitan.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama TNI-Polri dan pemerintah daerah saat ini memusatkan operasi pencarian dan evakuasi melalui jalur Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih memungkinkan untuk menjangkau lokasi dibanding akses langsung dari Pegunungan Bintang.

Proses evakuasi berlangsung cukup berat lantaran petugas harus membuka jalur di kawasan hutan lebat untuk mencapai titik korban.

Posko sementara dan titik evakuasi juga telah disiapkan guna mendukung operasi kemanusiaan di lapangan.

Selain mengevakuasi korban tewas, aparat masih mencari sejumlah warga yang dilaporkan selamat namun diduga bersembunyi di dalam hutan karena ketakutan pasca penyerangan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengatakan prioritas utama saat ini adalah penyelamatan warga dan penegakan hukum terhadap kelompok pelaku.

“Tim di lapangan terus bekerja melakukan evakuasi korban sekaligus pengejaran terhadap pelaku dengan tetap memperhatikan keamanan personel,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi geografis di lokasi kejadian menjadi tantangan utama karena medan yang curam dan tertutup hutan membuat mobilitas personel sangat terbatas.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pendulangan emas ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.

Menurutnya, area itu termasuk kawasan yang memiliki tingkat ancaman tinggi dan selama ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan bersenjata.

Di sisi lain, aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut dan tetap menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Peristiwa penyerangan terhadap pendulang emas di wilayah pedalaman Papua diketahui bukan kali pertama terjadi. Selain berada di kawasan terpencil dan hutan lindung, area tersebut juga sering disebut rawan aksi kekerasan bersenjata. (***)