Beritasulsel.com – Tiga orang warga Desa Tanah Harapan, Topanda dan Bontomanai Kabupaten Bulukumba dilarikan ke Puskesmas Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukmba, usai kecelakaan di Desa Tanah Harapan, Sabtu malam (12/09).
Mereka adalah Andi Anto, Making dan Awal. Dari pantauan media ini, Andi Anto mengalami luka terbuka pada bagian Alis sebelah kiri.
Making diduga mengalami patah tulang pada bagian kaki sebelah kiri, sedangkan Awal sejak diantar ke Puskesmas tersebut tak henti hentinya mengeluarkan darah dari hidung dan juga mulut.
Mirisnya, luka Andi Anto saat dijahit oleh perawat hanya disenter menggunakan Handphone (HP) milik salah satu keluarga pasien.
Selain itu, Awal mengeluarkan darah terus menerus dari mulut dan hidungnya, tidak tersentuh oleh dokter sejak masuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Bulukumba.
Saat dikonfirmasi ke salah satu perawat yang berdinas pada malam itu menyebutkan bahwa tidak ada memang dokter yang berjaga kalau malam, mereka hanya melayani pasien pada siang hari.
“Kalau malam pak kami hanya komunikasi dengan dokter via telpon saja, jadi kami sampaikan kepada dokter keluhan keluhan pasien melalui HP,” ucap perawat tersebut yang tak menyebutkan identitasnya kepada media ini.
Hal yang sama diungkapkan kepala UGD Puskesmas tersebut, ia mengatakan bahwa ada tiga dokter yang bergantian tugas malam tapi mereka tidak datang kalau malam, perawat komunikasi hanya melalui telpon.
“Ketiga dokter tersebut masing masing tinggal di Lappecu, Salassae dan di Bulo bulo. Yang di Bulo bulo adalah dokter Wahyuni yang buka klinik di Bulo bulo. Sedangkan yang bertugas malam ini (Sabtu malam) adalah dokter yang tinggal di Salassae tapi baru saja melahirkan,” ujar kepala UGD yang juga tak menyebutkan identitasnya.
Kepala Puskesmas Bonto Bangun, dr Marwah, yang dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp beberapa saat lalu mengatakan bahwa dokter yang berjaga sedang cuti melahirkan dan minggu ini baru mulai masuk. dr Marwah juga membenarkan bahwa perawat hanya berkomunikasi dengan dokter via telpon.
“Oh iya (perawat komunikasi via telpon dengan dokter_red) cuma baru baru ini kami sudah dapat tambahan tenaga dokter dan kemarin cuti melahirkan dan baru mulai masuk setelah cuti minggu ini dan ini baru mau mulai jaga,” kata dr Marwah menjelaskan.
Terkait pasien dijahit dan disenter pakai HP, dokter warwah mengatakan bahwa hal itu juga sering ia lakukan bila ingin lebih fokus.
“nanti saya perjelas dulu sama petugas, tapi kalau senter pake HP biasanya untuk lebih fokus dan saya juga saat memeriksa di poli dan mau melihat tenggorokan pasien biasanya pake senter hp agar lebih fokus,” pungkasnya. (hs/bss).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.