Makassar – Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (24/4/2026).

Dalam aksi itu, mereka mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mencopot AKBP Restu Wijayanto dari jabatan Kapolres Bulukumba karena dinilai tidak mampu menjalankan fungsi penegakan hukum secara maksimal.

Jenderal Lapangan dalam aksi itu, Muhammad Ibnu, menyebut bahwa selama kepemimpinan AKBP Restu Wijayanto, tidak ada satu pun pelaku penambang ilegal yang ditangkap atau pun ditindak.

“Tambang ilegal semakin menjamur, tapi tidak ada penindakan. Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam penegakan hukum. Olehnya itu, kami minta Kapolri segera copot Kapolres Bulukumba,” tegas Ibnu di hadapan massa aksi.

Ibnu juga menyinggung adanya sosok pria berinisial HJE yang disebut-sebut sebagai pemain utama tambang ilegal di daerah tersebut. Menurutnya, hingga kini HJE belum tersentuh proses hukum.

“Nama HJE sudah lama beredar dan dikenal masyarakat, tapi tidak pernah ditindak. Ini menimbulkan kesan seolah HJE kebal hukum,” lanjut Ibnu.

Dalam aksi tersebut, KKMB membawa empat tuntutan, salah satunya mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Bulukumba.

Selain itu, mereka juga mendesak polisi bertindak tegas terhadap seluruh pelaku pertambangan ilegal tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin 27 April 2026, belum ada keterangan resmi dari Polres Bulukumba. AKBP Restu Wijayanto yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberi respon. ***