Bulukumba – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di SD Negeri 111 Kassibuta, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, disorot warga setelah ditemukan buah manggis yang busuk dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa.
Temuan tersebut diketahui pada Rabu, 4 Maret 2026. Selain kondisi buah yang dinilai tidak layak konsumsi, menu MBG yang diterima siswa juga dipertanyakan karena dianggap tidak sebanding dengan anggaran program tersebut.
Salah satu warga bernama Asrul menyebutkan bahwa paket makanan yang diterima siswa hanya berisi satu buah manggis berukuran kecil, satu bungkus roti tanpa label halal dan tanpa label BPOM, satu bungkus kecil kacang tanah goreng, serta satu bungkus abon ikan.
Manggis tersebut bahkan disebutkan telah dibelah oleh orang tua murid dan terlihat dalam kondisi busuk. Menurut Asrul, jika dihitung secara kasar, harga keseluruhan menu tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp6 ribu. “Buah busuk dan diduga markup anggaran kenanya ini,” kata Asrul, Kamis (5/3/2026).

Pengelola dapur MBG SD Negeri 111 yang dikonfirmasi, enggan memberi tanggapan dan hanya mengarahkan konfirmasi dilakukan kepada akuntan MBG bernama Dilla.
Sementara itu, Dilla yang dihubungi melalui sambungan telpon membenarkan bahwa memang ada buah manggis yang kualitasnya kurang baik ditemukan di SDN 111 Kassibuta.
Namun ia menjelaskan bahwa sebelum buah manggis tersebut disalurkan, pihaknya telah melakukan proses penyortiran terlebih dahulu.
“Sudah kami sortir pak, tapi tiba-tiba ada ditemukan oleh ahli gizi kami. Jadi saya tanyakan lagi ke sekolah-sekolah yang lain dan ternyata ada juga ditemukan yang jelek (buah manggis busuk) di sekolah SD 111 Kassibuta,” ujar Dilla kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com.
Dilla mengakui bahwa ada kemungkinan beberapa buah manggis yang tidak layak konsumsi, lolos dari proses sortir sebelum didistribusikan.
Selain itu, Dilla juga menanggapi soal roti yang tidak memiliki label halal maupun label BPOM. Ia menjelaskan bahwa roti tersebut merupakan produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilibatkan dalam penyediaan menu MBG.
“Rotinya memang tidak berlabel karena itu buatan UMKM,” jelas Dilla.
Terkait dugaan markup anggaran, Dilla memberikan rincian harga menu yang disalurkan kepada siswa. Rinciannya, harga buah manggis sekitar Rp2.000, roti Rp2.500, abon ikan Rp2.500, serta kacang tanah goreng sekitar Rp800.
“Jadi totalnya hampir delapan ribu itu untuk porsi kecil untuk anak SD kelas 1 hingga kelas 3,” imbuh Dilla.
Ia menambahkan bahwa pihak pengelola MBG akan melakukan evaluasi agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga dan kejadian serupa tidak kembali terulang. ***




