Beritasulsel.com – Rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bertolak ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis pagi (22/1/2026), di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah.

Perjalanan tersebut disebut sebagai kunjungan kerja (kunker), namun hingga keberangkatan dilakukan, agenda resmi belum disampaikan ke publik.

Rombongan dipimpin langsung Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota Hermanto, Sekretaris Daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Mereka berangkat menggunakan kapal laut KM Dharma Kartika IX dari Pelabuhan Parepare dengan jumlah peserta yang cukup besar.

Hal itu memicu perhatian publik, mengingat pemerintah pusat maupun daerah saat ini tengah mendorong penghematan belanja, khususnya perjalanan dinas.

Minimnya informasi terkait tujuan dan agenda kunjungan ke Kaltim itu membuat publik mempertanyakan urgensi perjalanan tersebut.

Tokoh masyarakat Parepare, Rahman Saleh, menilai kunjungan kerja dengan rombongan besar di tengah kondisi fiskal saat ini sebagai langkah yang tidak tepat.

“Dalam situasi efisiensi anggaran, perjalanan dinas dengan rombongan sampai ratusan orang patut dipertanyakan. Lebih terkesan rekreasi ketimbang memiliki urgensi yang jelas,” ujar Rahman.

Mantan anggota DPRD Kota Parepare itu juga mendesak Pemerintah Kota Parepare untuk bersikap terbuka terkait tujuan, agenda, serta sumber anggaran perjalanan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.

Dikatakan, bahwa perjalanan jajaran Pemerintah Kota Parepare ke Pulau Kalimantan bukan kali pertama dilakukan.

Namun hingga kini, masyarakat belum memperoleh penjelasan rinci mengenai hasil maupun manfaat konkret dari kunjungan-kunjungan sebelumnya.

“Kalau memang kunjungan kerja, harus dijelaskan apa output-nya. Apakah ada kerja sama strategis, investasi, atau program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Parepare,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Parepare belum memberikan keterangan resmi terkait agenda, tujuan, maupun hasil yang diharapkan dari kunjungan ke Balikpapan itu.

Publik pun masih menunggu penjelasan apakah perjalanan tersebut akan menghasilkan kerja sama strategis bagi daerah atau sekadar menjadi agenda rutin tanpa capaian nyata. ***