Beritasulsel.com – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di SD Negeri 55 dan SMP Negeri 1 Kota Parepare menuai sorotan dari warga dan netizen.
Berdasarkan informasi yang beredar, menu MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari satu bolu kukus, satu bungkus kecil abon, satu bungkus kecil kacang polong, serta enam buah lengkeng.
Sejumlah warga menilai komposisi menu tersebut tidak sebanding dengan HPP yang disebutkan dalam data yang dilampirkan oleh pihak SPPG. Selain itu, nilai gizi yang tertulis dalam dokumen tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi menu yang diterima siswa.
“Kami melihat ada perbedaan antara menu yang dibagikan dengan data yang tertulis di kertas. Baik dari sisi harga maupun nilai gizinya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (11/3/2026).
Sorotan juga ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa netizen mempertanyakan transparansi dalam penyusunan menu MBG, terutama terkait kesesuaian antara laporan yang dibuat dengan makanan yang benar-benar diberikan kepada siswa.
Menurut mereka, program MBG seharusnya benar-benar memperhatikan kualitas gizi yang diterima oleh anak-anak, bukan sekadar memenuhi administrasi di atas kertas.
Warga pun berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Mereka meminta adanya tindakan tegas jika terbukti terjadi manipulasi data atau markup terhadap nilai menu MBG.
“Jika memang ada perbedaan antara data dengan kenyataan di lapangan, tentu perlu ditindak. Program ini sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak-anak,” kata warga lainnya.
Warga berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni memenuhi kebutuhan gizi siswa secara layak. (*)




