Bulukumba – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Jeneponto, Polda Sulsel, telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penyelundupan pupuk subsidi dari Bulukumba ke Jeneponto.

Keduanya adalah Hamsina, warga Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Muhammad Ramli, warga Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Namun, Hamsina tidak menerima penetapan dirinya sebagai tersangka. Hal ini disampaikan Hamsina kepada beritasulsel.com jaringan beritasatu.com melalui sambungan telepon pada Minggu (16/6).

BACA JUGA: Polres Jeneponto Klarifikasi Kasus Pupuk Subsidi Jalan di Tempat: Tidak Jalan di Tempat, Sudah Ada 2 Tersangka

Menurutnya, yang pantas menjadi tersangka dalam kasus penyelundupan pupuk subsidi tersebut adalah sopir dan oknum TNI berinisial S.

“Yang bisa (dijadikan) tersangka adalah TNI (S) dan sopir, Pak,” tegas Hamsina.

Karena kata Hamsina, saat itu mobil yang biasa ia gunakan untuk mengangkut pupuk dari gudang distributor sedang rusak parah, sehingga ia menyuruh S untuk mengangkut pupuk miliknya dari distributor dan membawanya ke rumahnya di Kajang.

Namun, S tidak membawa pupuk tersebut ke Kajang, melainkan membawa dan menjualnya ke Jeneponto. Maka dari itu, Hamsina merasa dirinya dikorbankan dalam kasus ini.

“Saya yang dikorbankan kalau begini, Pak. Saya sama sekali tidak tahu bahwa pupuk itu dibawa ke Jeneponto. Saya hanya menyuruh S agar membawanya ke rumahku di Kajang. Jadi, saya keberatan ditetapkan sebagai tersangka dan saya akan melaporkan S ke POM,” terangnya.

Meskipun demikian, Hamsina mengaku tidak mengetahui di mana S bertugas sebagai prajurit TNI.

“Yang saya tahu, S ini adalah tentara, tapi saya tidak tahu di mana dia bertugas. Saya juga mendengar bahwa saat ini S sedang menjalani pendidikan, tapi saya tidak tahu pendidikan apa. Ada yang menyebut bahwa dia (S) naik pangkat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Jeneponto Polda Sulsel dikabarkan telah mengamankan mobil  truk penyelundup pupuk subsidi.

Informasi yang dirangkum, pada penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan kurang lebih 200 sak atau sekitar 10 ton pupuk subsidi.

Pupuk tersebut diangkut dari Bulukumba menggunakan mobil  truk bernomor polisi DD-8875-HD dan ditangkap saat dibongkar di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu malam (17/4).

Saat ini, mobil truk tersebut telah diamankan di Mapolres Jeneponto.

Penangkapan itu bermula saat warga melihat mobil tersebut melintas di Desa Marayoka mengangkut pupuk.

Karena disinyalir penyelundup pupuk subsidi, warga menghubungi tim Buser Polres Jeneponto kemudian tim Buser ke lokasi lalu menangkap mobil tersebut di Desa Pappalluang.

Kanit Buser Polres Jeneponto Aiptu Abdul Rasyad yang dihubungi via telpon membenarkan informasi itu.

“Iya benar (tadi malam ditangkap penyelundup pupuk subsidi). Ada dua terduga pelaku yang kami amankan yaitu sopir  truk dan kernetnya,” ujar Abdul Rasyad, dikonfirmasi Kamis (18/4) sesaat lalu.

“Mobil dengan barang bukti pupuk subsidi dari Bulukumba, kami tangkap di Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala, dan saat ini telah kami serahkan ke Unit Tipidter untuk proses lebih lanjut,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, sejumlah warga di Kabupaten Bulukumba berharap polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pemiliknya.

“Tangkap pemiliknya jangan hanya sopir dan kernetnya tapi penjual dan pembelinya yang harus diringkus mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutur Ahmad.

Hingga berita ini naik tayang, Kanit Tipidter Polres Jeneponto belum berhasil dimintai tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim via whatsApp, belum dibalas, dihubungi via telpon juga tidak angkat.

Redaksi masih terus berusaha mendapat informasi terkini terkait perkembangan penangkapan dan penyelidikan pelaku penyelundup pupuk subsidi tersebut oleh Polres Jeneponto. (***)