SIDRAP – Sudah hampir dua bulan berlalu, bocah perempuan yang menjadi korban penyekapan dan pencabulan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), belum juga mendapatkan pendampingan pemulihan trauma maupun layanan psikologis dari pihak berwenang. Ayah korban yang ditemui di kediamannya pada Minggu (12/10/2025), menuturkan bahwa hingga kini belum ada pihak mana pun yang memberikan upaya pemulihan bagi anaknya.
“Belum pernah, Pak. Mungkin karena kami orang miskin jadi tidak diberi hal seperti itu (pemulihan trauma dan psikologis),” ucap ayah korban. Dikatakan, bahwa sejak kejadian penyekapan dan pencabulan yang dialami anaknya pada 22, 23, hingga 24 Agustus 2025 lalu, beberapa orang memang sempat datang menanyakan kronologi kejadian. Namun, tidak ada satu pun yang melakukan langkah langkah atau upaya untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban.
Korban yang masih berusia 14 tahun itu disebut masih mengalami trauma berat. Ia kerap menutup diri dan hanya berusaha terlihat tegar setiap kali ada orang datang ke rumahnya menanyakan kasus tersebut. “Belum ada sama sekali yang datang melakukan pemulihan. Anak ini (korban) masih trauma, kalau ditanya soal kejadian itu dia langsung diam dan menangis,” ungkap salah satu kerabat korban. Dampak sosial juga mulai dirasakan keluarga korban. Sang ayah kini memilih jarang keluar rumah dan tidak lagi aktif bekerja karena merasa malu serta tertekan oleh pandangan masyarakat sekitar.
Sejumlah pihak menilai, seharusnya pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta lembaga perlindungan anak setempat segera turun tangan memberikan pendampingan psikologis kepada bocah tersebut dan keluarganya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidrap, Wahidah Alwi, yang dihubungi mengaku telah melakukan pendampingan terhadap korban, hanya saja memang belum maksimal. “Sudah ada permohonan bantuan kalau yang dari kami (Dinsos), tinggal menunggu persetujuan dari Sentra Kementerian Sosial di Makassar. Dan terkait psikossosialnya, kami sudah melakukan pendampingan tapi memang belum maksimal. Dan kami sudah berusaha bantu untuk test pack nya dan hasilnya alhamdulillah korban negatif,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, seorang Bocah perempuan yang masih di bawah umur di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban pencabulan dan penyekapan.
Lanjut je hakaman 2 atau selanjutnya>>
