BULUKUMBA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Hj. Hamrina A. Muri, memberikan tanggapan terkait mobil ambulans dijadikan mobil dinas oleh Kepala Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale.
Hamrina menjelaskan bahwa Kepala Desa Bontomanai, Risman, mengubah fungsi ambulans tersebut menjadi mobil dinas karena sirine mobil tersebut sudah berkarat dan tulisan “Mobil Sehat” yang ada pada mobil tersebut telah terkelupas.
“Menurut sekdesnya mobil itu dibuka serinenya karena sudah berkarat. Itu sticker dibuka karena sudah terkelupas dan mau dipoles diganti stiker baru,” ujar Hamrina kepada beritasulsel jaringan beritasatu.com, Selasa (4/9/2024).
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa dengan munculnya kasus ini, pihaknya berencana menertibkan penggunaan mobil ambulans desa dengan menyusun regulasi yang lebih jelas.
PMD juga telah memberikan teguran kepada Kepala Desa Bontomanai untuk segera mengembalikan mobil tersebut sesuai dengan peruntukannya.
“Kami tidak bisa memberikan sanksi karena belum ada regulasi yang mengaturnya, namun kami sudah memberikan teguran untuk segera mengembalikan mobil tersebut ke fungsinya sebagai ambulans,” jelasnya.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai alasan utama Kepala Desa Bontomanai menjadikan ambulans sebagai mobil dinas, mantan Plt Kadis Perikanan Kabupaten Bulukumba tersebut tidak memberikan jawaban yang lebih spesifik.
Bersambung ke halaman selanjutnya >>>
Sebelumnya diberitakan, Beredar kabar bahwa mobil ambulans milik Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah dipreteli dan diubah fungsinya menjadi mobil dinas Kepala Desa Bontomanai.
Sejumlah warga Desa Bontomanai mengungkapkan bahwa lampu sirine yang sebelumnya terpasang di atap ambulans tersebut telah dilepas.
Selain itu, tulisan atau stiker bertuliskan “Mobil Sehat Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba” yang melekat pada bodi mobil jenis Toyota Avanza itu juga sudah dilepas
“Sirinenya sudah dilepas, begitu juga dengan tulisan-tulisannya, dan kursi-kursi di dalamnya juga sudah dibongkar. Logo Pemda Bulukumba di pintu mobil sudah dibuka. Sekarang dijadikan mobil dinas Kepala Desa Bontomanai periode sekarang,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Minggu (1/9/2024).
Mobil berplat merah tersebut awalnya digunakan oleh Kepala Desa sebelumnya, Lukman Saleh, sebagai mobil sehat.
Namun, sejumlah warga meminta agar mobil tersebut diubah menjadi ambulans untuk keperluan mengangkut jenazah.
“Awalnya mobil tersebut adalah Mobil Sehat Desa Bontomanai, namun dijadikan ambulans angkut jenazah oleh Kepala Desa sebelumnya karena permintaan warga, namun sekarang tidak bisa lagi karena sudah dijadikan mobil dinas Kades,” jelas sumber tersebut.
Sumber lain menyebutkan bahwa baru-baru ini ada warga di Jalan Pendidikan, Desa Bontomanai, yang meninggal dunia.
Namun, jenazahnya diangkut pakai mobil ambulans milik Desa Topanda, karena ambulans Desa Bontomanai sudah dialihfungsikan menjadi mobil dinas.
Warga berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti permasalahan ini, agar ambulans Desa Bontomanai dapat kembali berfungsi sesuai peruntukannya untuk kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bontomanai, Risman, yang konfirmasi beritasulsel jaringan beritasatu.com melalui aplikasi WhatsApp, hingga berita ini naik tayang, Risman belum membalas. (***)
