Parepare, Sulsel – Pemerintah Kota Parepare menerapkan PPKM Level 3 dengan pembatasan aktivitas masyarakat yang ketat, tapi mendorong masyarakat untuk kreatif. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi.

Karena itu Pemkot Parepare melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menyiapkan event virtual untuk menghidupkan seniman lokal di masa pandemi.

Kepala Disporapar Parepare Amarun Agung Hamka mengatakan, lewat event virtual ini seniman lokal seperti anak band, pemain sanggar tari didorong untuk unjuk kreativitas dan produktivitas.

 

“Bukan hanya band, tapi seni tari juga kita dorong supaya unjuk kreativitas melalui event virtual. Ini untuk menghidupkan sanggar tari yang ada di Parepare selama pandemi Covid-19. Sekaligus tetap Melestarikan budaya daerah,” ungkap Hamka, sapaannya, Jumat, 27 Agustus 2021.

Hamka juga mengemukakan, event virtual ini merupakan salah satu implementasi dari pencanangan Tahun Pemulihan Ekonomi yang digaungkan Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe pada awal tahun ini.

Wadah ini menyelaraskan antara penegakan protokol kesehatan melalui pemanfaatan IT secara maksimal dengan upaya pemulihan ekonomi. Di masa pandemi saat ini, kata dia, tidak sedikit pelaku seni dan budaya, termasuk sanggar seni harus kehilangan usaha lantaran dampak pandemi Covid-19.

“Bapak Wali Kota tidak ingin itu terjadi. Dunia usaha, termasuk sanggar seni harus tetap hidup dan eksis. Apalagi sanggar seni itu adalah bagian dari pelestarian budaya yang harus tetap kita jaga,” tegas Hamka yang juga Plt Kepala Dinas Kominfo Parepare.

Wadah event virtual yang disiapkan Disporapar ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dalam berkreasi dan berkarya. Fasilitas kamera, tripod, laptop, dan green screen tersedia lengkap. Bahkan green screen yang dipasang tidak hanya dari satu sisi saja, tetapi juga terdapat di bagian kiri, kanan, belakang, bahkan pada dasar atau lantai ruangan. Sehingga dalam mengubah background atau tampilan, terlihat total dan sempurna, layaknya pentas di atas panggung yang gemerlap. (*)