Beritasulsel.com – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sinjai terus mendorong langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut, khususnya di wilayah Pulau Sembilan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui sosialisasi program pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat dan data yang digelar bersama Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Balitbangda Sinjai, Kamis (21/5/2026), dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.
Dalam kesempatan tersebut, ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga konservasi menjadi langkah penting dalam menjaga sumber daya laut agar tetap lestari sekaligus mendukung perekonomian masyarakat pesisir.
Menurut Andi Jefrianto, kawasan terumbu karang di Pulau Sembilan memiliki nilai strategis karena menjadi sumber penghidupan utama bagi nelayan kecil. Luas kawasan terumbu karang yang mencapai sekitar 3.700 hektare dinilai memiliki peran besar dalam menopang sektor perikanan laut di daerah tersebut.
Meski demikian, ia mengakui kondisi ekosistem laut saat ini menghadapi tekanan yang cukup tinggi akibat pemanfaatan sumber daya yang belum sepenuhnya berorientasi pada keberlanjutan.
“Ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya laut cukup tinggi, sehingga perlu pengelolaan yang lebih terarah agar ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.
Pulau Sembilan sendiri telah masuk dalam kawasan pencadangan Kawasan Konservasi Daerah (KKD) berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 3 Tahun 2022. Karena itu, dibutuhkan dukungan banyak pihak untuk memastikan pengelolaan kawasan konservasi dapat berjalan optimal.
Sekda Sinjai juga menyebut pendekatan berbasis data yang ditawarkan YKL Indonesia dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini. Pengambilan kebijakan berbasis riset dianggap penting agar program pengelolaan sumber daya laut dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui program tersebut, diharapkan pengelolaan perikanan gurita di Pulau Sembilan dapat dilakukan secara berkelanjutan serta mampu mengurangi dampak terhadap kerusakan terumbu karang.
Sosialisasi ini turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD, instansi vertikal, unsur kepolisian, perwakilan perguruan tinggi, serta Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut Indonesia, Nirwan Dessibali bersama tim program. (A. Irwan Kadir)

