Wagub Sulsel Ikuti Vicon Operasi Perubahan Perilaku, Ini Arahan Menko Marves

oleh -

Makassar, Sulsel – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik melaksanakan pertemuan secara virtual melalui Zoom, Senin (5/10/2020).

Rapat ini dengan agenda Operasi Perubahan Perilaku. Yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mewakili Gubernur, Nurdin Abdullah mengikuti rapat virtual ini.

Turut diikuti pula oleh segenap Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Riau, Aceh; serta Pangdam dan Kapolda.

Andi Sudirman mengikuti rapat Operasi Perubahan Perilaku dari Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Kota Makassar, Senin malam.

Menko Marves Luhut Pandjaitan meminta agar pemerintah daerah dan TNI serta Polri terus menegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Virus Corona.

Menurutnya, langkah pencegahan di hulu menjadi upaya yang sangat penting untuk mengurangi angka terkonfirmasi positif Covid 19. “Saya rekomendasikan agar satgas bersama TNI, Polri, Satpol PP sampai ke Babinsa dan Babinkamtibmas untuk memanfaatkan aplikasi dalam memantau pelaksanaan protokol kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Melawan Petugas, Betis DPO Polres Gowa Kasus Pencurian ini Ditembak

Secara detil dia menyebutkan bahwa para personil TNI/Polri dan Satpol PP yang bertugas di lapangan dapat memberikan laporan menggunakan sistem dan aplikasi secara terpadu serta memadukan dengan lapisan klaster Covid yang ada.

Sistem ini, lanjutnya juga terhubung dengan cctv. Dengan pemanfaatan aplikasi itu, menurutnya para pimpinan baik menteri, gubernur, Pangdam maupun Kapolda dapat memonitor operasi secara real time.

Lebih lanjut, Menko Luhut meminta agar segera mengimplementasikan sistem monitoring perubahan perilaku. Sistem ini dibuat oleh tim bersama satgas. “Selain itu, saya minta operasi yustisi dan simpatik yang dilakukan harus lebih massif dan terarah, terutama menyasar tempat-tempat kerumunan dan wilayah kluster Covid 19,” tambahnya.

Dalam waktu dua minggu, Menko Luhut menargetkan tim Ahli Kemenko Marves bersama dengan Satgas Covid 19 akan selesai membangun sistem aplikasi monitoring dan pelaporan Covid 19 berbasis teknologi digital tersebut. Dia mengatakan setelah sistem selesai dibangun masing-masing Pangdam dan Kapolda akan diberikan target minimal operasi harian yang harus dicapai.

“Kami akan berikan panduan teknisnya kepada Pangdam, Kapolda dan Satpol PP. Kita akan nilai mana yang terbaik melakukan kerjanya karena ini akan terpantau,” urai Menko Luhut. Pemerintah, lanjutnya akan memberikan penghargaan kepada Korem, Kodim dan Koramil serta Polres dan Polsek di setiap provinsi yang melaksanakan program ini secara baik. Penghargaan ini dapat berupa Dana Pembinaan ataupun rekomendasi sekolah.

BACA JUGA :   Wagub Sulsel Bermain Suppi Suppi dan Berenang di Sungai Maipi

Sebagai informasi, hasil riset Derek, dkk tentang upaya pencegahan virus corona dari manusia ke manusia yang diterbitkan pada tahun 2020 menyebutkan bahwa resiko tertular virus turun 35 persen kalau kita rajin cuci tangan, resiko turun 45 persen lagi bila kita menggunakan masker kain, lalu resiko tertular virus turun 70 persen kalau kita pakai masker bedah dan turun 85 persen kalau kita jaga jarak minimum 1 meter. Oleh karena itu Menko Luhut kembali meminta agar para kepala daerah tidak bosan-bosannya untuk sosialisasikan hal ini.

Sementara itu, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bahwa Pemprov Sulsel akan mengikuti arahan dari Menko Marves.

Upaya yang dilakukan Pemprov Sulsel bisa membuat angka positif (terkonfirmasi) tampak melandai dan angka kesembuhan yang tinggi. Seperti data harian Covid-19 tanggal 5 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB pada @info_covid19.id. sulsel tercatat terjadi penambahan kasus positif (terkonfirmasi) 17, dengan angka kesembuhan 156 dan 0 angka kematian. Hal ini pun membuat, jumlah titik zona merah di Sulawesi Selatan menurun.

BACA JUGA :   Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar, Begini Kata Kapolsek Herlang

Untuk angka reproduksi (Rt), per 4 Oktober 2020, Sulawesi Selatan paling rendah di Indonesia. Dengan Rt 0,76.

Upaya intervensi sektor hulu dan hilir menjadi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui program Duta Wisata Covid-19. Update perkembangan Duta Covid-19 sampai 4 Oktober 2020, dengan jumlah 5.648 peserta dengan rincian peserta saat ini 232 dan sembuh 5358 atau 94,9%. Serta Operasi Yustisi yang dilaksanakan di jalan, pasar, pertokoan, perkantoran dan mall di 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, “Alhamdulillah ada penurunan Rt selama operasi Yustisi dari TNI, Polri serta Satpol PP. Juga angka kesembuhan meningkat, hanya saja positivity rate masih tinggi,” ungkapnya. (*)