Bulukumba – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bulukumba, Akbar Amnur, angkat bicara setelah muncul desakan agar dicopot dari jabatannya.

Desakan copot Kalapas Bulukumba muncul usai seorang narapidana bernama Irfan Vega mengaku telah mengonsumsi sabu di dalam lapas, serta ditemukannya adanya penggunaan handphone (HP) milik napi.

Kepada Beritasulsel.com, jaringan Beritasatu.com, Akbar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendukung atau membiarkan praktik-praktik terlarang di dalam lapas.

‘Saya, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan, tidak pernah mendukung atau membantu peredaran narkoba maupun penggunaan HP ilegal dalam lapas. Tidak pernah ada arahan seperti itu,” ujar Akbar melalui sambungan telepon, Jumat malam (9/5/2025).

Dijelaskan, sejak menjabat sebagai Kalapas Bulukumba tiga bulan lalu, pihaknya telah menindak tegas 10 hingga 12 napi yang terbukti melanggar aturan, khususnya terkait penggunaan handphone.

“Kami tidak tinggal diam, kami bekerja. Kalau kami tidak bekerja, mungkin angka napi yang ditindak itu tidak akan ada. Tapi kalau masih ada pelanggaran, ya kita semua menyadari bahwa (tidak ada) lembaga yang  sempurna banget begitu ya pak?,” ungkapnya.

Lebih lanjut Akbar menegaskan bahwa bila masih ditemukan pelanggaran di dalam lapas dan itu dianggap sebagai bentuk kelalaian petugas, hal tersebut menurutnya tidak bisa dijadikan indikator utama.

Pasalnya, lapas tersebut dihuni oleh sekitar 500 warga binaan, sementara jumlah petugas hanya 80 orang dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas.

“500 orang warga binaan, 80 pegawai yang sangat minim, serta sarana dan prasarana kami juga yang sangat terbatas, tentunya kami menganggap bahwa mungkin masih ada celah atau kelalaian kelalaian kami. Tapi itu kemudian belum juga bisa dijadiakan indikator. Kenapa? Karena kami tetap terus (bekerja) berbuat,” jelasnya.

Akbar juga menyebutkan bahwa pihaknya aktif bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH) seperti Polres, Kodim, serta pemerintah setempat untuk memberikan pembinaan kepada para warga binaan.

“Kami rutin bekerja sama dengan APH untuk memberikan pengarahan kepada warga binaan. Tujuannya? Agar saat kembali ke tengah tengah masyarakat, mereka dalam kondisi lebih baik, lebih sehat, dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tutup Akbar. (***).

Berita Sebelumnya: Napi Mengaku Mengonsumsi Sabu Dalam Lapas, Warga Minta Kalapas Bulukumba Dicopot