Beritasulsel.com – Penambang ilegal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami nasib yang berbeda beda. Ada yang ditangkap dan ditahan, tapi ada juga yang masih beroperasi dan banjir pesanan material.

Informasi yang dirangkum, ada tiga penambang di Bulukumba yang ditangkap dan ditahan karena diduga menambang secara ilegal, ketiganya berinisial HG, SI, dan AN.

Sedangkan tambang tambang yang diduga ilegal dan kini masih beroperasi, berada di wilayah kecamatan Rilau Ale, Ujung Loe dan beberapa kecamatan lainnya di Bulukumba. Di Ujung Loe, mereka mengeruk material dari sungai di Desa Balong, hingga sungai tersebut tidak berbentuk sungai lagi.

Sedangkan penambang di Kecamatan Rilau Ale, terbagi ke beberapa wilayah, salah satunya di Bontorita Desa Bontomanai, para penambang mengeruk material dari Sungai Balantieng hingga sungai tersebut tidak berbentuk sungai lagi. Padahal para petani hanya mengandalkan air dari sungai itu untuk mengairi sawahnya

Berikut ini foto aktifitas tambang di Ujung Loe dan di Rilau Ale yang didokumentasikan beritasulsel.com pada bulan Agustus 2021.

Aktifitas tambang yang diduga ilegal di Bontorita, Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, (foto: beritasulsel.com, 25/8/21)
Aktifitas tambang yang diduga ilegal di Bontorita, Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, (foto: beritasulsel.com, 25/8/21)
Aktifitas tambang yang diduga ilegal di Bontorita, Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, (foto: beritasulsel.com, 25/8/21)
Penambang Ilegal di Bulukumba: Ada yang Ditangkap Tapi ada juga Tetap Beroperasi
Aktifitas tambang yang diduga ilegal di Bontorita, Desa Balong Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, (foto: beritasulsel.com, 25/8/21)

Berembus kabar bahwa para penambang ini berani menambang karena dinaungi oleh sebuah organisasi bernama Aliansi Penambang Bulukumba. Para penambang aman dan tidak ditindak karena setiap bulan setor uang ratusn juta rupiah ke asosiasi itu.

Entah siapa yang membentuk asosiasi itu namun beberapa penambang yang ditemui mengatakan bahwa yang bertindak sebagai ketua Asosiasi berinisial IR, dan sebagai bendahara berinisial HE.

Lanjut ke halaman 2. Pengakuan HE selaku bendahara asosiasi.

HE yang ditemui baru baru ini membenarkan bahwa dirinya adalah bendahara pada asosiasi itu. Dia berujar bahwa setiap bulan asosiasi akan menerima uang ratusan juta rupiah dari para penambang.

Uang tersebut akan diberikan kepada oknum petugas dan juga kepada Oknum LSM serta oknum wartawan sebagai ‘penutup mulut’. Kendati demikian, HE tidak menjelaskan siapa saja oknum oknum tersebut.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta yang dikonfirmasi ihwal tambang ilegal mengatakan bahwa tambang tersebut harus dibiarkan beroperasi karena bila tidak, kata Andi Utta, para penambang akan main kucing kucingan dengan petugas.

Pasalnya, kata dia, izin tambang saat ini dipegang oleh pusat bukan lagi wewenang pemerintah provinsi. Untuk itu pihaknya akan mencari solusi agar Pemda bisa menarik PAD dari tambang tambang tersebut.

“harus dia (penambang) bayar restribusi karena ini tidak mungkin bisa distop. Karena pasti kucing kucingan terus karena (tambang) ini jadi kewenangan pusat untuk ijinnya. Nanti saya komunikasikan (cari) solusi terbaik supaya ada PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang penting tidak merusak lingkungan. Dan RT RW juga harus dirubah dulu,” tutur Andi Utta, beberapa pekan lalu.

Kapolres Bulukumba, AKBP Suryono Ridho Murtedjo yang dikonfirmasi terkait penambang ilegal yang masih beroperasi pasca beberapa diantaranya telah ditangkap, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan cek dan ricek terlebih dahulu.

“Terima kasih infonya, kami cek dan ricek,” singkat Suryono dikonfirmasi via whatsapp tanggal 4 Agustus 2021.

20 hari pasca Kapolres Bulukumba berjanji akan melakukan cak dan ricek, beritasulsel.com mencoba mengonfirmasi kembali apa hasil cek dan ricek nya. Namun Kapolres mengatakan bahwa sepengetahuan dirinya tambang tambang ilegal ini telah berhenti dan belum beroperasi.

“Setau saya belum ada kegiatan penambangan,” ucap Suryono

Saat diperlihatkan video dan foto tambang tambang yang tengah beroperasi di Ujung Loe dan Rilau Ale, Suryono mengucapkan terima kasih dan berjanji akan turun langsung melihat aktifitas tambang itu.

Iya ya.. kemarin info yang saya terima (tambang telah) berhenti. Terima kasih atas informasi ini. Ok, saya akan usahakan saya turun langsung cek lapangan,” pungkasnya.

 

Editor: Heri.