Terpisah, Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar yang dikonfirmasi melalui panggilan telpon, enggan merespon. Pesan konfirmasi yang dikirim via WhatsApp juga tidak ditanggapi. Perwira Polri berpangkat dua melati itu hanya berharap didoakan.

“Mohon doanya ya bang….,” pinta Harry.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon mengatakan bahwa sampai saat ini tim ahli dari BPH Migas belum memeriksa solar tersebut karena tim ahli sedang cuti.

“Saya komunikasi dengan tim ahli tapi mereka bilang ‘mohon maaf kami masih cuti.’ Setelah cutinya selesai kami jadwalkan lagi, tapi kemarin (terhambat HUT Bhayangkara) satu juli,” terang Adi Asrul kepada beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Sabtu (5/7).

Ia berjanji akan merampungkan kasus tersebut dalam waktu dekat. “Insya Allah minggu depan kami atur jadwal lagi dengan tim ahli. Kasus ini simpel sekali pak, tinggal pemeriksaan dari tim ahli,” imbuhnya menandaskan.

Diberitakan sebelumnya, Polres Sinjai menangkap lima unit mobil pikap yang mengangkut ratusan jeriken berisi solar yang akan diselundupkan dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Lima mobil pikap tersebut ditangkap dalam dua waktu yang berbeda, dan saat ini lima mobil tersebut berikut barang buktinya telah diamankan di Maporles Sinjai sedangkan para sopir dan pemiliknya belum ditetapkan sebagai tersangka.

(mahasiswa geruduk Polda Sulsel/***)