Longsor di Poros Palopo-Toraja, 9 Rumah Terbawa Longsor dan 25 Kendaraan Terjebak 

oleh -

Beritasulsel.com – Bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan arus lalu lintas Jalan Poros Palopo – Toraja lumpuh total. Bencana tersebut terjadi di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Jumat, (26/06/2020).

Bencana tanah longsor yang terjadi di km 23 diduga akibat labilnya tanah tersebut yang sudah turun sejak beberapa hari yang lalu dan ditambah lagi hujan turun pagi hari sampai sore hari.

“Kejadian tanah longsor ini mengakibatkan sebanyak 9 rumah terbawa longsor, dimana untuk km 23 sebanyak 8 rumah dan 1 rumah di km 21, dan saat ini juga terdapat 5 rumah warga yang terancam terbawa tanah longsor jika terjadi longsor susulan,” kata Petrus (50) alias Bapak Andes selaku Ketua RT 03 saat ditemui awak media di lokasi kejadian di km 23.

BACA JUGA :   Personel Polsek Sinjai Timur Dampingi Dinsos Salurkan Bantuan

Sambung Petrus, kata dia, 9 rumah yang terbawa tanah longsor masing-masing.

  1. Bapak Hanna (KM 23)
  2. Bapak Tiara (KM 23)
  3. Bapak Dede (KM 23)
  4. Anima (KM 23)
  5. Bapak Eva (KM 23)
  6. Bapak Marni (KM 23)
  7. Pak Mallang Paledang (KM 23)
  8. Tante Lilin (KM 23)
  9. Sahina (KM21)

Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan bahwa akibat dari bencana tersebut, kendaraan yang terjebak antara km 21 sampai km 23 sebanyak 25 unit kendaraan yang terjebak yaitu 3 (tiga) unit bus, 2 (dua) unit truck, 5 (lima) unit mobil open cup, 15 (lima belas) unit mobil minibus dan sementara kendaran roda dua lainnya telah dievakuasi oleh masyarakat setempat.

BACA JUGA :   Ketua TP PKK Barru Keliling Salurkan Bantuan Itik ke Kelompok Wanita Tani

Sementara itu, Lurah Battang Barat Muh. Ihwan menuturkan bahwa akibat dari tanah longsor ini juga terdampak  8 (delapan) buah tiang listrik roboh yang mengakibatkan arus listrik rumah warga menjadi padam dan untuk masyarakat yang terisolir bencana ini sebanyak 64 KK.

“Rumah warga yang terisolir akibat dampak tanah longsor sebanyak 64 Kepala Keluarga (KK). Untuk di RT 01 sebanyak 19 unit, 27 KK, 109 jiwa, kemudian di RT 02 sebanyak 23 rumah, 37 KK dan 138 jiwa,” ungkap Muh. Ihwan.

BACA JUGA :   Dinas Ketahanan Pangan Kerjasama Gapoktan Launching Beras Murah Ciliwung

Beruntung, atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun masih tetap waspada akan terjadinya longsor susulan. (BSS)