Hindari Konflik Sosial di Perkotaan, Kodim1408/Bs Makassar gelar FGD

oleh -

Beritasulsel.com – Guna menjaga keamanan tetap kondusif, dan mencegah timbulnya konflik sosial di tengah-tengah masyarakat perkotaan, Kodim 1408/BS menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan materi Wawasan Kebangsaan dan Radikalisme, bertempat di Aula Jenderal Sudirman Makodim, Jl. Lanto Dg. Pasewang, Makassar, Sabtu, (30/11).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Pembinaan Teritorial Terpadu yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan mengambil tema “Menjaga situasi keamanan yang kondusif dalam rangka mencegah konflik di kota Makassar”.

Salah satu narasumber dalam FGD tersebut adalah Kasdim 1408/BS Letkol Inf Joni yang menjelaskan peran Komando Teritorial (Kodim) dalam mengatasi konflik agar tidak cepat terpengaruh dan cara menganalisa tentang pemicu kejadian di kota besar seperti Makassar.

BACA JUGA :   Jajaran TNI di Makassar Gelar Upacara HUT Korpri ke-48

“Cara yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan pendekatan melalui budaya dan mengenal adat istiadat, pendekatan sosial ekonomi, dan pemanfaatan kembali Siskamling, pendekatan tokoh pemuda, adat dan seluruh elemen masyarakat sehingga kita bisa bersama sama dalam menjaga kondusifitas wilayah”, ungkap Joni.

Narasumber lainnya yakni Kasatbinmas Polrestabes Makassar AKBP Adzan menjelaskan strategi Polri dalam mengantisipasi gangguan Kamtibmas mengacu pada undang-undang kepolisian terkait dengan perlindungan dan penegakan hukum.

BACA JUGA :   Wagub Sulsel Hadiri Rakorwasdanas 2019 di Solo

“Semua tidak bisa berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari segenap potensi masyarakat karena semuanya ikut andil dalam melakukan deteksi dini sehingga perlu adanya koordinasi memanfaatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Lurah setempat bersinergi agar potensi konflik bisa diredam dan tidak menjadi konflik sosial”, terang AKBP Adzan.

Sebagai narasumber terakhir Asisten I Pemkot Makassar, Sabri mengulas peran 3 pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Lurah) dalam menjaga situasi kota Makassar dan mengajak pemuda-pemudi untuk peduli situasi wilayah.

“Mari kita menjaga budaya adat ketimuran kesopanan sebagai anak Bugis Makassar dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak merugikan orang”, tandas Sabri.

BACA JUGA :   Usai Merampok di Kolaka, Pria ini Ngumpet dan Ditangkap di Makassar

Forum diskusi yang diikuti lebih dari 300 orang tersebut terdiri dari berbagai kalangan, baik dari kalangan mahasiswa, organisasi pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas bahkan Camat, Danramil dan Kapolsek di wilayah kota Makassar.

Antusias peserta diskusi sangat intens, dengan berbagai pertanyaan dan saran. Mereka ingin melihat kondisi wilayah kota Makassar aman dan damai, yang semua orang menikmati dan menjalankan aktivitasnya dengan baik.

Turut hadir Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Hari Wibowo dan Dandim 1408/BS Kolonel Inf Andriyanto. (Sambar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *