Palangkaraya – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Rakyat Nusantara (DPP FRN), Rusdi Bicara, mengecam keras aksi penganiayaan terhadap dua mahasiswa yang terjadi pada Minggu malam (3/8) sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Palangkaraya.
Dua korban diketahui baru saja keluar dari kos mereka dan sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Jalan Yos Sudarso. Namun, saat melintas di depan Hotel FIZ, keduanya menjadi korban penyerangan oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor matic hitam tanpa plat nomor. Pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan masker untuk menyamarkan identitasnya.
Pelaku secara tiba-tiba memukul korban dengan kayu panjang. Mahasiswa laki-laki mengalami luka cukup serius di bagian kepala, sementara mahasiswi yang dibonceng mengalami pukulan di bagian mulut hingga menyebabkan luka terbuka.
Setelah melakukan aksi kekerasan itu, pelaku langsung melarikan diri. Kedua korban sempat mencoba mengejar pelaku hingga ke arah jalan lintas, melewati kawasan hiburan malam A3, namun tidak berhasil.
Rusdi Bicara menduga kuat bahwa kejadian ini bukan semata tindakan kriminal biasa. Ia mengungkapkan bahwa korban diketahui aktif menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
“Kekerasan ini tidak bisa dibiarkan. Ada indikasi kuat bahwa ini adalah bentuk intimidasi terhadap suara-suara kritis dari kalangan mahasiswa. Kami mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, menangkap para pelaku, dan mengungkap motif sebenarnya,” tegas Rusdi dalam pernyataan tertulisnya kepada media.
Rusdi juga meminta Kapolresta Palangkaraya dan jajaran untuk bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini
“Kritik bukan kejahatan. Kekerasan adalah bentuk nyata kemunduran demokrasi,” pungkasnya. ***
