Dituding Selewengkan Bantuan Sapi Ternak, ini Kata Mantan Kades Singa Bulukumba

oleh -
Dituding Selewengkan Bantuan Sapi Ternak, ini Kata Mantan Kades Singa Bulukumba

Beritasulsel.com – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Herlang (Apmah) dipimpin Jenderal Lapangan Akbar Faisal, berunjukrasa di depan Kantor Inspektorat Bulukumba, Selasa (3/12/2019).

Mereka menuding Muhammad Satria mantan Kepala Desa Singa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba telah menyelewengkan pengadaan bantuan sapi ternak dari Kementrian Tenaga Kerja tahun 2016.

Pada tahun 2016, kata Akbar Faisal, ada bantuan dari kementrian tenaga kerja berupa sapi ternak lengkap dengan kandangnya senilai 236 juta lebih, namun hingga tahun 2019 ini, wujud sapi tersebut tidak pernah terlihat.

“Yang ada hanya kandangnya saja sapinya tidak pernah kelihatan” ucap Akbar Faisal kepada beritasulsel.com.

Untuk itu ia meminta inspektorat Bulukumba mengaudit dan memeriksa mantan Kepala Desa Singa Muhammad Satria selaku Penanggungjawab penerima bantuan tersebut.

Ia juga minta kepada DPRD Bulukumba pada komisi yang membidangi bantuan tersebut agar turun dan memeriksa Muhammad Satria.

Sementara itu, Muhammad Satria yang dikonfirmasi mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kepala desa karena bantuan sapi ternak dari kementrian tenaga kerja tahun 2016 itu untuk kelompok ternak di Desa Singa.

“Jadi saya ini hanya menandatangani berita acara penerimaan kalau pun ada yang bermasalah, silahkan tuntut kelompok ternaknya karena bantuan itu untuk kelompok ternak tidak ada urusannya sama kepala desa penanggungjawabnya adalah kelompok ternak,” ujar Muh. Satria, Kamis (5/12/2019).

Selain itu, masih kata Muh. Satria, para pendemo ini salah kaprah karena mereka mengira bantuan yang turun pada tahun itu sebanyak 20 ekor, padahal hanya enam ekor dengan rincian lima betina dan satu jantan.

“Bantuannya bukan dalam bentuk sapi langsung dari kementrian tapi dalam bentuk uang tunai sebanyak 80 juta, uang itulah yang dibelikan sapi sebanyak enam ekor uang itu juga yang digunakan membuat kandang, membeli dinamo pompa air serta menggaji para pekerja,” sambungnya.

Mereka juga mengira bahwa sapi tersebut tidak ada dan tidak pernah terlihat, padahal bantuannya ada bahkan ada yang sudah melahirkan ada juga satu ekor yang dilaporkan mati, hanya saja untuk saat ini karena musim kemarau maka sapinya tidak dimasukkan ke kandang tapi dibiarkan disuatu tempat merumput mencari makan sendiri.

“Hal lain yang menjadi pertimbangan sampai tidak dimasukkan di kandang yang telah disediakan, adalah pencuri ternak, tidak ada yang bisa menjamin keamanannya bila disimpan di kandangnya maka disimpan di tempat yang aman namun bisa dijangkau siapa saja yang mau datang melihat silahlan bahkan kami bisa mengantarnya,” jelas Muh. Satria.

“Untuk membuktikan ucapan saya, bapak bisa konfirmasi hal ini ke Depnaker karena pihak Depnaker tahu persis tentang bantuan ini. Sekali lagi saya katakan bahwa selaku kepala desa saya hanya menandatangani berita acara penerimaan, karena prosedurnya begitu, setiap ada bantuan yang masuk maka kami harus tahu kemana bantuan itu dan untuk siapa,” pungkas Muh. Satria. (Wisram/BSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *