Beritasulsel.com – Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) bersama Humanitarian Filantropi Indonesia (HFI) melakukan audiensi bersama Walikota Makassar, Kamis 26 Juni 2025.

Audiensi dilaksanakan dalam rangka silaturahmi serta membahas beberapa hal berkaitan dengan upaya Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) serta. Koordinasi dalam Disaster Emergency Respon.

Turut mendampingi Walikota Makassar, PLT. Kalak BPBD Kota Makassar, Zainal Abidin.

Turut hadir pula beberapa NGO yang tergabung dalam MPBI diantaranya DMC IKATEK UNHAS, PSB UNHAS, AMCF, Sembara Bangsa, serta beberapa NGO yang tergabung dalam HFI seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, DT Peduli.

MPBI diwakili oleh Muh. Syukri Turusi selaku Focal Point MPBI Indonesia Timur selain mengenalkan tentang organisasi MPBI juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi concern MPBI saat ini.

Syukri mengatakan bahwa, “MPBI berperan aktif dalam meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pekerja kemanusiaan di sektor penanggulangan bencana, termasuk melalui pengembangan modul pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, serta pembangunan kemitraan dengan berbagai lembaga kemanusiaan.

MPBI juga berperan penting dalam mendorong lahirnya Undang-Undang Penanggulangan Bencana di Indonesia pada tahun 2007, serta secara aktif mengadvokasi revisi UU tersebut sejak tahun 2014 guna memastikan bahwa pembelajaran, inovasi baru, dan perkembangan pengetahuan terkini dapat diakomodasi dalam UU Penanggulangan Bencana yang diperbarui.

Selain daripada itu MPBI juga memfasilitasi pertukaran informasi melalui riset, dokumentasi pembelajaran, serta diseminasi pengetahuan melalui diskusi daring dan luring, situs web, milis, media sosial, dan berbagai saluran komunikasi lainnya, guna menjadi pusat pengetahuan terdepan dalam bidang Penanggulangan Bencana di Indonesia.

Termasuk membangun kemitraan strategis dengan berbagai aktor penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional, regional, maupun global.

Syukri menambahkan sebagai organisasi berbasis keanggotaan, MPBI menghubungkan individu dan lembaga yang memiliki kepedulian dan kompetensi di bidang kebencanaan, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketangguhan masyarakat dan sistem penanggulangan bencana.

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H memberikan arahan kepada semua Lembaga Filantropi yang tergabung dalam MPBI dan HFI menyampaikan bahwa,” mengurus Kebencanaan harus melibatkan multi sektoral sebagai Pentahelix Kebencanaan, program PRB dapat berjalan lebih efektif dan mencapai tujuannya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana bagi masyarakat dan lingkungan.

Pemerintah Kota Makassar akan berupaya membentuk kebijakan, mengalokasikan anggaran, mengkoordinasikan upaya penanggulangan bencana, serta menyediakan dukungan logistik dan teknis dalam menjalankan amanah Undang-Undang Penanggulangan Bencana (UU 24/2007).

Walikota Makassar menambahkan bahwa,” segera akan kami aktivasi Forum Penanggulangan Risiko Bencana Kota Makassar (FPRB) sehingga memudahkan dalam melakukan diskusi dan merencanakan Aksi Antisipatif dalam menerapkan Manajemen Penanggulangan Bencana yang inklusif.

Beliau juga menugaskan PLT Kalak BPBD Kota Makassar, Zainal Abidin agar mengawal fungsi dari FPRB Kota Makassar sehingga dapat berjalan efektif dan sesuai dengan tupoksinya.

Audiensi ditutup dengan MPBI memberikan cenderamata berupa tools SPAB dan Buku Manajemen Kebencanaan kepada bapak Walikota Makassar serta foto bersama. (*)