30 Hektar Sawah di Lembang Gogoso Sinjai Kekeringan, Petani Terancam Rugi Miliaran Rupiah

- Redaksi

Minggu, 18 Agustus 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritasulsel.com – Tidak kurang dari 30 hektar tanaman padi di Lembang Gogoso Kelurahan Mannanti Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai meranggas kekeringan dan gagal panen yang diperkirakan akan menimbulkan kerugian bagi petani hingga mencapai miliaran rupiah.

Hal tersebut untuk pertama kalinya terungkap setelah Satgas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai yang dipimpin langsung Kepala BPBD, Budiaman melakukan pemantauan dan pendataan potensi dampak kemarau di Kabupaten Sinjai, pada Minggu (18/08/2019).

Dalam kesempatan itu, Budiaman yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan pada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD beserta operator Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Pusdalops-PB Sinjai, selain menyaksikan langsung kondisi padi para petani, juga memantau tingkat ketersediaan air bersih di sekitar pemukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat berada di areal persawahan, beberapa petani justeru mengajak tim tersebut untuk melihat kondisi padinya pada beberapa petak sawah lainnya yang menurutnya masih berpotensi untuk diselamatkan dari kekeringan selama irigasi Balang Riri yang ada di sekitarnya dapat difungsikan secara maksimal.

Karena itu, Ketua Kelompok Tani Minasae I Lembang Gogoso, Ridwan bersama beberapa anggota kelompok tani lainnya memilih untuk bergotong royong dengan membiayai sendiri perbaikan irigasi sebagai satu-satunya harapan untuk menekan angka kerugian yang lebih besar bagi petani akibat kemarau.

“Jika potensi sumber air yang tersedia di sekitar lokasi tidak dapat dimaksimalkan dalam waktu singkat ini, baik itu yang bersumber dari irigasi maupun dengan pembuatan sumur bor, maka kerugian yang saat ini sudah mencapai 30 sampai dengan 40 hektar, hampir dapat dipastikan akan mencapai ratusan hektar”, jelas Ridwan.

“Semua upaya yang bisa kami lakukan secara bersama dengan para petani yang ada di sini, telah kita optimalkan, tetapi kami belum mendapat hasil yang maksimal, sehingga kami berharap agar segera ada langkah-langkah konkret dari instansi terkait, baik yang menangani masalah irigasi maupun yang berkompeten untuk membantu pembuatan sumur bor”, harapnya.

Menurut Ridwan, kalau hal tersebut bisa dilakukan, maka kerugian serupa bagi petani pada tahun-tahun mendatang dapat diminimalisir, sehingga harapan bukan hanya karena kondisi hari ini, tetapi juga untuk jangka panjang.

Sebelumnya, warga setempat, Habring telah memposting pada akun facebooknya akan kondisi tanaman padi di wilayah itu sembari berharap akan mendapat perhatian untuk secepat mungkin ada upaya dan solusi menyelamatkan tanaman yang tersisa, baik melalui pemanfaatan irigasi ataupun pembuatan sumur bor.

“Penderitaan para petani akibat tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan mulai dari pengadaan bibit sampai dengan pupuk dan sewa alsintan, sesungguhnya sudah cukup membebani ekonomi para petani kita, sehingga gagal panen yang harus dialaminya pada beberapa hektar sawah saat ini, menanti perhatian bersama untuk mengantisipasinya”, harap Habring. (Sambar)

Berita Terkait

Andi Amran Sulaiman Terpilih jadi Koordinator Presidium Himpuni
Terpilih sebagai Koordinator Presidium HIMPUNI, Mentan Amran Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Indonesia Super Power
Himpuni Ingin Kongkrit Bantu Program Pemerintah Swasembada Pangan dan Koperasi
27 Jurnalis Parepare Ikuti Uji Kompetensi Wartawan
Hadiri Ramah Tamah Mentan Amran, Tasming Hamid Dukung Penuh Program Strategis Nasional
Jamu Gubernur, Wagub dan Seluruh Kepala Daerah Terpilih se-Sulsel, Mentan Ajak Kolaborasi Untuk Jadi Yang Terbaik
Menteri, Wamen dan Direktur BUMN Dijadwalkan Jadi Pembicara di Rembuk Himpuni
Tasming Hamid dan Hermanto Ikuti Gladi Kotor Jelang Pelantikan di Istana Negara

Berita Terkait

Sabtu, 22 Februari 2025 - 16:37

Andi Amran Sulaiman Terpilih jadi Koordinator Presidium Himpuni

Sabtu, 22 Februari 2025 - 11:53

Terpilih sebagai Koordinator Presidium HIMPUNI, Mentan Amran Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Indonesia Super Power

Jumat, 21 Februari 2025 - 07:33

Himpuni Ingin Kongkrit Bantu Program Pemerintah Swasembada Pangan dan Koperasi

Jumat, 21 Februari 2025 - 06:38

27 Jurnalis Parepare Ikuti Uji Kompetensi Wartawan

Kamis, 20 Februari 2025 - 04:54

Hadiri Ramah Tamah Mentan Amran, Tasming Hamid Dukung Penuh Program Strategis Nasional

Berita Terbaru