1 Lagi Korban Likuifaksi Petobo Ditemukan, ini Identitas Korban

oleh -

Beritasulsel.com – Berita Palu, Badan SAR Nasional Kantor SAR Kota Palu mengevakuasi satu jenazah lagi korban gempa dan likuifaksi di Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Senin.

“Setelah kami mendapat laporan warga sekitar pukul 16.40 wita, saya langsung mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan evakuasi, ” kata Kepala Kantor SAR Palu Basrano,  Senin.

Basrano mengemukakan, evakuasi yang dilakukan didukung dengan personel berjumlah delapan orang.

BACA JUGA :   Alhamdulillah! 36 Anak Korban Gempa Palu Sudah Sekolah di Parepare

Kemudian, dilengkapi dengan satu unit mobil rescue, satu unit motor trail dan alat pertolongan lainnya, sedangkan proses evakusi dilakukan secara manual dibantu warga setempat.

Sekitar pukul 17.50 Wita, jenazah bernama Ridwan Maruf,  laki-laki 64 tahun berhasil dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

“Jenazah tersebut adalah warga Kelurahan Birobuli Selatan beralamat di Jalan Kijang, Palu, sesuai identitas KTP ditemukan di saku korban, dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga, ” kata dia, dikutip Antara

BACA JUGA :   8 Lagi Jenazah di Petobo Ditemukan, 7 Berhasil Teridentifikasi, ini Identitasnya

Menurut dia,  di wilayah terdampak likuifaksi Kelurahan Petobo  banyak korban tertimbun lumpur yang sudah mengering.

Meski begitu, pihaknya masih tetap melakukan evakuasi  jika masih ada laporan warga.

Hingga kini total korban yang dievakuasi oleh tim Basarnas Palu sebanyak 965 orang, 86 di antaranya selamat dan 879 meninggal dunia.

Bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 pada Skala Richter 28 September 2018, mengakibatkan tsunami dan likuifaksi yang meluluhlantakkan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala dan menelan dua ribu lebih korban jiwa.

BACA JUGA :   Pasca Tsunami, Kota Palu Akan Dipindahkan Rencananya Di 3 Lokasi ini

Sementara, sekitar 87.000 orang warga Palu masih bertahan di tenda pengungsian. Jumlah tersebut menurun dibanding jumlah sebelumnya yang mencapai sekitar 98.000 orang.