Beritasulsel.com – Proyek pembangunan Drainase di Dusun Latamba Desa Padalloang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, mendapat sorotan warga setempat.

Warga menduga, proyek yang dikerjakan oleh CV. Anugrah Bersama, itu dikerja asal jadi, hal itu nampak dari posisi dinding kedua sisi drainase tersebut lebih rendah dari jalanan yang menghubungkan Kecamatan Rilau Ale dan Ujung Loe.

“ini (Drainase) tidak bisa bertahan lama karena malnya rendah dari pada jalanan jadi kalau hujan tiba material tanah yang ada dipinggir jalan tersebut berangsur angsur turun ke Drainase itu dan terjadi penumpukan material hingga bisa bisa air meluap dan merembes ke jalan,” ujar Dg Rola warga setempat, Jumat (19/07/2019).

“Jadi selain pemborosan anggaran, drainase ini juga akan membawa dampak buruk bagi jalanan. Bayangkan kalau tanah yang ada dipinggir drainase itu menumpuk di saluran air, maka yang terjadi adalah banjir, air yang merembes ke jalan, sudah pasti jalanan yang tadinya bagus akan menjadi rusak” lanjut Dg Rola.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Padalloang, Muhammad Rizal. Rizal menuturkan bahwa pisisi pondasi Drainase lebih rendah dengan posisi jalan raya dan bila hujan tiba, air dan tanah akan mengalir kebawah, hingga jalanan yang tadinya baik, sedikit demi sedikit akan mengalami kerusakan karena tergerus.

Apalagi ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Ujungloe dan Rilau Ale itu sangat ramai dilalui kendaraan berat, seperti truk yang bermuatan 5 sampai 10 ton.

“Selain itu, jalan tersebut juga adalah jalanan alternatif yang dilalui warga yang berasal dari Kabupaten Sinjai, Bone, Soppeng yang akan berkunjung ke Objek Wisata Pantai Pasir Putih Bira, jadi sangat disayangkan bila pekerjaan drainase itu asal asalan,” ujar Muh. Rizal.

Lebih lanjut Muh. Rizal mengatakan bahwa warga setempat enggan menerima pembangunan drainase itu bila tidak dilakukan pembenahan terlebih dahulu.

“Bukan hanya drainase yang berada di Dusun Latamba bahkan drainase yang didusun Sairajae juga perlu pembenahan, karena warga tidak mau terima alias menolak pekerjaan itu” tutup Muh. Rizal.

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola proyek drainase tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (Andi Bur)