SIDRAP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) angkat bicara terkait maraknya kejahatan siber penipuan online (passobis) yang mencoreng citra daerah.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sidrap, Ismail Ma’sa, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa penggerebekan sindikat passobis di Sidrap oleh aparat Polda Jawa Barat baru-baru ini harus menjadi alarm keras bagi penegakan hukum lokal.
”Ketika aparat penegak hukum dari luar daerah harus turun tangan langsung ke Sidrap, ini mengindikasikan bahwa penanganan penyelidikan maupun ketegasan eksekusi hukum di tingkat lokal masih menghadapi tantangan berat,” tegas Ismail Ma’sa kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Kamis (27/8/2026).
MUI Sidrap menilai, daerah yang melahirkan ulama-ulama besar tafsir dan pendidikan Islam Nusantara tersebut kini berada dalam pusaran kontradiksi sosial yang tajam.
Di satu sisi Pemkab dan ulama gencar membangun identitas religius melalui pesantren dan rumah tahfidz, namun di sisi lain citra positif tersebut terancam runtuh akibat stigma “sarang penipuan”.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, MUI Sidrap merumuskan penanganan komprehensif yang bertumpu pada sinergi empat pilar yaitu ulama, keluarga, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah.
Di ranah penegakan hukum, MUI mendesak pembersihan jaringan sindikat hingga ke akar-akarnya termasuk menindak oknum pelindung, penerapan sanksi maksimal UU ITE, serta reformasi integritas aparat kepolisian setempat.
Sementara dari sisi pencegahan sosial, MUI meminta para orang tua memperketat pengawasan di rumah melalui transparansi sumber pendapatan keluarga dan memberikan pendidikan literasi digital agar generasi muda tidak tergiur jalan pintas ekonomi yang melanggar hukum dan agama.
Untuk diketahui, beberapa hari lalu Personel Polda Jabar menggulung para pelaku penipuan online atau passobis yang beroperasi di Kabupaten Sidrap.
Polisi berhasil mengobrak abrik markas mereka dan menangkap kemudian menetapkan sedikitnya 12 orang sebagai tersangka.
Penangkapan ini viral di media sosial dan memicu reaksi dari sejumlah warga yang berdomisili di kabupaten yang berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut, tak terkecuali para tokoh agama terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap. (***)


