Work From Home, Gubernur-Wagub Sulsel Video Conference Bahas Penanganan Covid-19

oleh -
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

Beritasulsel.com – Virus corona (covid-19) kian merebak di Indonesia. Tanggal 25 Maret 2020, sudah ada 13 orang yang positif covid-19.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman bekerja dari rumah (work from home). Kamis, 26/3/2020.

Pasangan yang berjargon Prof Andalan itu memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 melalui video conference dengan para Kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, serta Bupati/Walikota se Sulsel.

Gubernur dan Wagub Sulsel membahas beberapa hal terkait update progres perkembangan pencegahan, pengendalian dan penindakan penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah. Serta update perkembangan dan penanganan  kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

BACA JUGA :   Ini Arahan Kasat Lantas Polres Parepare Saat Jadi Pembina Upacara di MAN 2

Dibahas pula perihal pemetaan kebijakan bersama termasuk isu-isu yang dihadapi. Seperti arus penduduk masuk dan keluar melalui laut, udara dan darat.

Selain itu, pembahasan terkait optimalisasi preventif. Diantaranya stay at home dan work from home. Dan bagi yang diharuskan tetap bekerja, di industri dan pedagang di pasar, untuk menerapkan physical distancing.

Akselerasi kinerja tim Tugas Gugus Covid-19 Provinsi dan Kabupaten/kota serta rutinitas laporan berkala ke pimpinan untuk menjadi bahan progres dan perhatian serta koordinasi mengenai ketersediaan fasilitas penunjang kesehatan, kesiapan RSUD dan APD bagi tenaga medis untuk menangani pasien.

BACA JUGA :   Mentan dan SYL Hadir, Begini Prosesi Malam 'Mappacci' Putra Gubernur Sulsel

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan bahwa dalam rapat tersebut kembali memastikan kondisi sumber daya manusia, baik itu dokter maupun perawat di sejumlah daerah. Serta aduan dan keluhan masyarakat di daerah.

“Tim siaga untuk tracking ODP, test PDP dan penindakan PDP serta (pasien) Positif dengan menyiapkan alat kesehatan yang memadai serta ambulance khusus,” ucap Andi Sudirman.

BACA JUGA :   Personil Polres Enrekang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Perumahan Kukku

Ia pun berharap, untuk antisipasi kebijakan slow down, agar Pemerintah Kabupaten/Kota, menjaga kebutuhan kepada masyarakat ekonomi kecil atau warga miskin.

“Saya rasa karena ini parsial slow down aktivitas masyarakat, maka perlu dilakukan self quarantine bagi arus penduduk masuk. Dan pemenuhan kebutuhan harian bagi masyarakat berpendapatan tidak tetap, warga miskin atau ekonomi kecil terdampak kebijakan ini untuk diperhatikan,” terangnya. (RIS/BSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *