Beritasulsel.com – Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit minibus dan truk terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/7/2026) sekira pukul 15.14 Wita.
Sebuah mobil Honda BR-V menghantam bagian belakang truk yang tengah berhenti untuk mengantre bahan bakar minyak (BBM).
Akibat insiden tersebut, sepasang suami istri (pasutri) yang berada di dalam minibus mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut keterangan seorang warga di lokasi kejadian, Firdaus bahwa peristiwa bermula saat mobil Honda BR-V bernomor polisi DC (wilayah Sulawesi Barat) melaju dari arah Makassar. Pengemudi diduga berniat mendahului kendaraan di depannya, namun tidak menyadari adanya truk yang sedang berhenti di bahu jalan.
“Kemungkinan mobil tersebut hendak melambung, tapi pengemudinya tidak melihat ada truk yang berhenti di depannya,” kata Firdaus.
Firdaus menambahkan, truk tersebut berhenti di pinggir jalan karena sedang mengantre pengisian solar di SPBU Soreang. Kawasan tersebut memang dikenal rawan macet akibat banyaknya kendaraan besar yang mengular untuk mendapatkan BBM.
Benturan keras membuat bagian depan Honda BR-V mengalami kerusakan parah. Kaca depan mobil pecah dan bumpernya ringsek setelah menabrak bagian belakang truk. Meski laju kendaraan dilaporkan tidak terlalu kencang, dampak tabrakan tetap merusak area depan mobil secara signifikan.
Mengenai kondisi korban, Firdaus menyebutkan bahwa pasutri tersebut berada dalam kondisi sadar usai tabrakan, meskipun mengalami syok dan luka akibat terkena serpihan kaca mobil.
“Ada dua orang di dalam, informasinya suami istri. Mereka sadar tapi tampak sempoyongan. Beberapa bagian tubuhnya terluka karena pecahan kaca,” tambahnya.
Sementara pengemudi truk, Saiful, menjelaskan bahwa situasi sesaat sebelum tabrakan terjadi. Ia mengaku sengaja memarkirkan kendaraannya agak naik ke trotoar agar tidak terlalu mengganggu lalu lintas karena kondisi jalanan saat itu sedang sepi.
”Saya kan parkir mobil di atasnya trotoar. Waktu kejadian itu, memang tidak ada mobil di belakang, sepi. Waktu sepi itu saya parkir mobil. Setelah saya parkir, saya duduk di atas, tapi mesin masih bunyi,” kata Saiful.
Saat hendak turun untuk bertanya ke arah depan, benturan keras tiba-tiba terjadi dari arah belakang. Efek benturan yang sangat kencang bahkan sempat membuat truk miliknya terdorong dan bergeser.
”Begitu saya mau turun tanya orang di sana, langsung kejadian begini. Sedangkan saya saja yang di depan terlempar karena kerasnya (tabrakan). Mobil ini sempat berpindah,” jelasnya.
Sesaat setelah kecelakaan, Saiful langsung berinisiatif turun untuk mengecek kondisi minibus yang menabrak bagian belakang truknya. Ketika dihampiri, pengemudi minibus sempat mengeluhkan rasa sakit dan mengaku bahwa dirinya dalam kondisi mengantuk saat berkendara.
”Saya sempat bicara. Kan pertamanya belum ada yang anu (menolong), saya sendiri langsung lompat turun lihat. Begitu saya tanya, ‘Kenapa Pak Haji?’, dia cuma pegang dadanya, dia bilang mengantuk,” tambah Saiful.
Ia juga mengonfirmasi bahwa di dalam mobil tersebut memang hanya ada dua orang, yakni sang pengemudi bersama istrinya.
Lantaran mobil ambulans tidak kunjung tiba di lokasi kejadian, warga setempat berinisiatif mengevakuasi kedua korban dengan menggunakan angkutan kota (pete-pete) menuju puskesmas terdekat agar segera mendapatkan perawatan medis. (*)


