Beritasulsel.com – Tokoh Masyarakat yang juga mantan anggota DPRD Kota Parepare, Rahman Saleh meminta Pemerintah Kota Parepare transparan terkait sumber anggaran yang digunakan selama 4 hari berkunjung ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
Rombongan yang berjumlah 147 orang itu ia anggap suatu pemborosan ditengah efisiensi anggaran yang dilakukan.
Bahkan kata dia, hampir seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ikut dalam kunker yang berlangsung selama empat hari tersebut sehingga berpotensi membuat roda pemerintahan di Parepare berjalan tidak optimal.
“Diminta klarifikasi pihak terkait soal maksud kunjungan dan apa hasil kunjungan super jumbo tersebut di tengah efisiensi anggaran, serta pemkot diminta jelaskan sumber anggarannya,” kata Rahman. Senin, 26/1/2026.
Rahman mengungkapkan ratusan rombongan Pemerintah Kota Parepare ke Balikpapan itu hanya dalih kunjungan kerja. Ia malah menyebut itu rekreasi atau liburan.
“Lebih menonjol unsur rekreasinya ketimbang urgensinya,” ujarnya.
Hal serupa juga diutarakan oleh anggota DPRD Kota Parepare, Andi Muhammad Fudhail. Ia juga menyoroti transparansi anggaran perjalanan dinas tersebut. Fudail mempertanyakan sumber dan penggunaan anggaran, termasuk biaya konsumsi dan akomodasi rombongan.
“Kami juga tidak tahu anggaran yang digunakan. Tidak mungkin juga makan minum di sana itu masing-masing pakai anggaran sendiri,” ujarnya.
“Tidak mungkin juga wali kota tidak mentraktir Forkopimda,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Parepare, Anwar Amir, membenarkan adanya kunjungan kerja tersebut.
Anwar menjelaskan, kunjungan kerja itu bertujuan untuk mempelajari penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan perusahaan daerah, serta sistem perparkiran.
“Agenda kunjungan kerja dengan tiga poin yang ingin dicapai, yaitu penataan UMKM, pengelolaan perparkiran, dan pengelolaan perusahaan daerah,” jelasnya. (*)
