DR. Andri Zulfikar, S.H., M.H (Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus – KaSi Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Bantaeng, sukses mengharumkan nama Kejaksaan Negeri Bantaeng dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan lewat prestasi sebagai “Yang Terbaik se-Indonesia” di Adhyaksa Awards 2025.

Acara tahunan Korps Adhyaksa se-Indonesia yang digelar di Java Ballroom The Westin Jakarta pada Selasa malam (23 September 2025) dan di hadiri langsung pejabat negara di republik ini, diantaranya ada Jaksa Agung, ST Burhanuddin dan beberapa Menteri Kabinet Merah Putih serta Pejabat Utama di Kejaksaan RI dan para Kajati se-Indonesia itu, DR. Andri Zulfikar, S.H., M.H berhasil meraih prestasi Terbaik se-Indonesia untuk kategori Jaksa Tangguh Pemberantas Korupsi.

“Membayangkan saja tidak pernah, apalagi bermimpi untuk menjadi yang terbaik di Adhyaksa Awards 2025. Namun jalan yang Allah Swt berikan kepada saya di Adhyaksa Awards ini, alhamdulillah tak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ungkap Jaksa Andri Zulfikar kepada Beritasulsel.com network Beritasatu.com saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng pada Jum’at, (26 September 2025).

“Waktu diberi kabar saya masuk nominasi 32 besar di Adhyaksa Awards 2025, saya sudah sangat senang dan bersyukur. Karena saya salah satu dari ribuan Jaksa se-Indonesia yang diberi kesempatan untuk berbuat yang terbaik untuk negara tercinta ini,” kata Andri Zulfikar.

“Dapat kabar lagi masuk 21 besar, senang dan bahagianya luar biasa. Terima kasih ya Allah atas berkahmu kepada saya,” ucapnya.

Dukungan dan do’a serta support dari Bapak Kajari Bantaeng bersama teman-teman Jaksa di Kejaksaan Negeri Bantaeng ini, lanjut kata Jaksa Andri Zulfikar, sangat luar biasa.

“Termasuk wartawan yang sedang wawancara dengan saya saat ini, yang sejak saya bertugas di Kejaksaan Negeri Bantaeng, selalu memberitakan lewat media online semua kegiatan kami di Kejaksaan Negeri Bantaeng,” ungkap Jaksa Andri Zulfikar.

“Terima kasih kepada Beritasulsel.com KaBiro Bantaeng yang senantiasa memberikan support dan memberitakan kegiatan kami dalam pengungkapan kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Bantaeng,” ucap Jaksa Andri Zulfikar.

Cerita Jaksa Andri Zulfikar tentang perjalanan kariernya di Korps Adhyaksa:

“Awal mula saya jatuh cinta dan semangat untuk bergabung dengan Korps Adhyaksa itu di tahun 2006”.

“Saat itu saya menetap di Jakarta, sering saya diajak teman saya ke kantornya di Kejaksaan Agung”.

“Saya melihat institusi Kejaksaan dengan uniform (seragamnya), ternyata keren juga nih. Saya pikirnya saat itu hanya Polisi dan Tentara yang ada seragamnya. Ternyata Kejaksaan juga punya seragam yang tak kalah keren dengan 2 institusi penegak hukum itu”.

“Saya beberapa kali ngobrol dengan teman saya yang sudah bergabung terlebih dahulu di Kejaksaan. Saya bertanya ke dia, apa sih tugas Jaksa itu? Dan setelah saya diceritakan dengan singkat oleh teman, saya pun bertambah semangat untuk ikut bergabung dengan Korps Adhyaksa”.

“Dulu saat tamat SMA dan sebelum melanjutkan pendidikan S1 di bangku kuliah, saya pernah mendaftar di Akademi Kepolisian di Semarang, saat itu saya salah satu perwakilan dari Lampung. Namun belum rejeki saya untuk menjadi Perwira Polisi karena 3 kali saya mendaftar Akpol (tahun 1999-2000-2001) dan 3 kali juga saya gagal di test akhir (Pantohir)”.

“Tuhan belum kasih jalan saya bergabung di Korps Bhayangkara, namun Tuhan berikan jalan untuk saya bergabung di Korps Adhyaksa.”

“Di tahun 2007, saya dapat informasi ada penerimaan CPNS untuk institusi Kejaksaan RI dan saya pun mendaftar”.

“Alhamdulillah saya lulus dan di bulan Desember 2007, saya menerima SK PNS dari Korps Adhyaksa Kejaksaan RI”.

“Kedua orangtua dan keluarga besar saya itu tidak tahu kalau saya ini mendaftar CPNS Kejaksaan dan diterima di Kejaksaan RI. Orangtua dan keluarga besar saya tahu setelah saya memperlihatkan SK PNS dari Kejaksaan RI”.

“Alhamdulillah, orangtua dan adik-adik saya merasa bangga dengan keberhasilan saya yang bekerja di pemerintahan (di Kejaksaan RI)”.

“Dua adik saya yang semuanya adalah kaum ras terkuat di bumi itu, sekarang ini bekerja di salah satu rumah sakit umum daerah di kota Lampung sebagai Spesialis Kejiwaan. Kalau adik yang paling bungsu itu seorang dokter gigi dan sekarang sudah punya klinik sendiri di Jakarta”.

“Setelah menerima SK dari Kejaksaan RI dan pertama kali memakai seragam pegawai Kejaksaan itu di awal tahun 2008. Penempatan tugas (penugasan) pertama saya di Kejaksaan Negeri Balikpapan Kalimantan Timur sebagai PNS Kejaksaan (Calon Jaksa)”.

“Setelah mengabdi selama hampir 2 tahun sebagai staf tata usaha (Administrator) di Kejaksaan Negeri Balikpapan, pada Januari tahun 2010 saya mengikuti test untuk pendidikan calon Jaksa”.

“Saya ikut test pendidikan calon Jaksa itu di Surabaya, di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur”.

“Alhamdulillah, saya diterima dan dinyatakan lolos untuk kemudian mengikuti pendidikan pembentukan Jaksa di Pusdiklat Kejaksaan Agung”.

“Setelah saya mengikuti pendidikan pembentukan Jaksa di Pusdiklat selama 6 bulan dan dilantik menjadi Jaksa oleh Jaksa Agung saat itu, alhamdulillah diakhir tahun 2010 saya kembali menerima SK kedua untuk penempatan tugas ditempat yang baru”.

“SK kedua setelah dilantik sebagai Jaksa, saya ditempatkan di Kejaksaan Negeri Tamiang Layang Barito Timur di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah sebagai Jaksa Fungsional”.

“Selama lebih kurang 3 tahun bertugas di Kejaksaan Negeri Tamiang Layang Barito Timur, diawal tahun 2014, saya kembali menerima SK dari Kejaksaan RI untuk penugasan ditempat yang baru sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Cikarang Kabupaten Bekasi wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat”.

“Pada tahun 2016, saya kembali mendapat SK untuk penugasan ditempat yang baru. Saya bergabung di Satuan Tugas (Satgas) Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI”.

“Pada tahun 2019, saya kembali mendapatkan SK untuk penempatan tugas yang baru sebagai Kepala Seksi Intelijen di Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan”.

“Pada tahun 2021, saya dapat lagi SK dari Kejaksaan RI untuk penempatan tugas baru sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (DaTUN) di Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan”.

“Pada tahun 2023, saya kembali mendapat SK dari Kejaksaan RI untuk penempatan tugas yang baru sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Negeri Bantaeng wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sampai hari ini”.

Pendidikan:
“Saya memulai pendidikan SD ke SMP dan lanjut ke SMA itu di kota kelahiran saya di Lampung”.

“Tahun 2000, saya melanjutkan pendidikan S1 Jurusan Ilmu Hukum di salah satu Universitas di Jakarta Barat”.

“Kuliah S3 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya di Jakarta sejak 2021 dan lulus di tahun 2023”.

Pekerjaan dan Karier:
“Setelah 4,5 tahun menempuh pendidikan di bangku kuliah. Di tahun 2005, saya sempat bekerja/magang selama 1 tahun di salah satu kantor Lawyer swasta terbesar di Jakarta”.

Keluarga tercinta:
“Ketemu dan menikah sama ibu negara (istri) itu di tahun 2014 dan alhamdulillah bersama istri tercinta, saya diberikan amanah oleh Allah Swt dan telah dikaruniai seorang putri yang cantik (Mikayla Aisyana Zulfikar).”

“Saat ini ibu negara sedang mengandung buah cinta kami yang kedua”.

“Piala Adhyaksa Awards 2025 yang saya terima ini adalah kado terindah buat saya dan keluarga”.

DR. Andri Zulfikar, S.H., M.H sebagai Jaksa Tindak Pidana Khusus:
“Pada dasarnya semua perkara tindak pidana korupsi yang saya tangani itu semua sama untuk pengungkapan dan penanganannya”.

“Meskipun tidak semua perkara itu sama, karena setiap perkara memiliki instensitas dan karakter yang berbeda dalam pola penanganannya”.

“Perkara yang paling berkesan yang saya tangani dan akan selalu saya ingat dalam karier saya selama saya sebagai Jaksa di Kejaksaan RI dan menjabat sebagai KaSi Pidsus di Kejaksaan Negeri Bantaeng itu adalah perkara korupsi Pimpinan DPRD Bantaeng periode 2019-2024“.

“Mengungkap kasus korupsi Pimpinan DPRD Bantaeng periode 2019-2024 dimana Ketua DPRD adalah unsur Forkopimda, itu adalah perkara yang paling berkesan yang saya tangani bersama Tim Penyidik Tipidsus Kejaksaan Negeri Bantaeng”.

“Perkara itu sampai terdengar di Kejaksaan se-Indonesia”.

“Di grup whatsapp Kejaksaan seluruh Indonesia, ada komentar Jaksa menyebut KaSi Pidsus Kejaksaan Negeri Bantaeng ini sangat berani mengungkap, menangkap dan menahan kemudian memproses hukum Pimpinan DPRD aktif”.

“Perkara yang saya tangani itu membuat kantor saya ini (Kejaksaan Negeri Bantaeng) jadi hancur karena di demo. Itu tidak akan saya pernah lupakan”.

“Dalam menangani sebuah perkara korupsi, saya tetap totalitas dan selalu berkoordinasi dengan Pimpinan-pimpinan saya. Supaya setiap penanganan perkara itu bisa menjadi terukur, terarah dan tidak ada hal-hal yang dilanggar yang saya lakukan sebagai KaSi Pidsus bersama Tim Penyidik”.

“Itu yang menjadikan penanganan perkara kasus korupsi di Bantaeng menjadi berkualitas”.

Pesan Jaksa Andri Zulfikar:
“Saya selalu sampaikan ke teman-teman, bahwa saya selalu bercerita ke Kajari Bantaeng dan berdiskusi dengan Kajati Sulsel, terkait dengan penanganan kasus korupsi itu”.

“Saya berhasil menangani perkara korupsi ketika saya mampu memulihkan kerugian keuangan negara”.

“Untuk apa kita melakukan banyak penangkapan para pelaku koruptor, kalau kita tidak bisa memulihkan kerugian keuangan negara”.

“Karena menurut pendapat saya itu adalah hal yang sia-sia. Kenapa? Karena kalau mengungkap dan menangkap pelaku kasus korupsi dan kemudian tidak bisa memulihkan kerugian keuangan negara, maka justru negara yang akan dirugikan”.

“Saya berpesan kepada semua pemangku kebijakan (Pejabat) yang menggunakan keuangan negara cq keuangan daerah, baik di pusat maupun di daerah untuk menggunakan kewenangan, keuangan dan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada anda”.

“Kalau kewenangan telah diberikan kepada pemangku jabatan dan kemudian disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok, maka konsekuensinya akan berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum”.

Penghargaan yang diraih DR. Andri Zulfikar, S.H., M.H:
1. KaSi Intel terbaik ketiga Korps Adhyaksa se-Sulawesi Selatan di tahun 2021.
2. KaSi Datun terbaik kedua Korps Adhyaksa se-Sulawesi Selatan di tahun 2022.
3. KaSi Datun terbaik pertama Korps Adhyaksa se-Sulawesi Selatan di tahun 2023.
4. KaSi Pidsus terbaik pertama Korps Adhyaksa se-Sulawesi Selatan di tahun 2024.
5. Terbaik pertama se-Indonesia untuk kategori Jaksa Tangguh Pemberantas Korupsi di Adhyaksa Awards 2025.