Beritasulsel.com — Institut Teknologi Habibie (ITH) Parepare menanggapi serius isu dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan seorang oknum dosen berinisial RR. Pihak kampus telah membentuk tim ad hoc untuk melakukan penelusuran dan penegakan etika terkait kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Ketua Tim Ad Hoc Penegakan Etika dan Sanksi Akademik ITH Parepare, Suryansyah Surahman, mengatakan tim tersebut dibentuk oleh Senat Akademik sebagai organ penegak kode etik sivitas akademika.

“Senat akademik ITH telah membentuk tim ad hoc sebagai wujud kesiapan institusi dalam menangani isu ini sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Suryansyah, Senin (26/1/2026).

Suryansyah menyebut hingga saat ini pihak kampus belum menerima laporan resmi dari korban dugaan pelecehan. Meski demikian, mekanisme penanganan telah disiapkan apabila korban bersedia melapor.

“Sampai saat ini belum ada laporan yang kami terima. Kami menyiapkan mekanisme penanganan dan pendampingan yang aman, rahasia, serta berpihak kepada korban apabila berkenan melapor. Hak dan keputusan korban sepenuhnya kami hormati,” jelasnya.

Terkait oknum dosen berinisial RR, pihak kampus telah melayangkan surat pemanggilan untuk keperluan klarifikasi.

“Tim ad hoc sudah mulai bekerja. Hari ini kami mengirim surat undangan kepada yang bersangkutan untuk klarifikasi, yang dijadwalkan besok, Selasa (27/1/2026),” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses investigasi yang tengah berjalan dan tidak melakukan spekulasi yang dapat merugikan semua pihak.

“Kami berharap semua pihak menjaga kerahasiaan dan tidak berspekulasi agar tidak merugikan individu maupun institusi serta menjaga kondusivitas kampus,” tegas Suryansyah.

Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial Instagram, salah satunya melalui akun @parepareinfo, viral memuat pengakuan seorang mahasiswi ITH Parepare. Dalam unggahan tersebut, mahasiswi itu mengaku kerap dihubungi oleh RR pada jam tidak wajar, termasuk tengah malam, serta menyebut adanya dugaan pelecehan fisik yang dialami rekannya.

Rektor ITH Parepare, Prof Ansar Suyuti, menegaskan kampus akan bertindak tegas apabila dugaan tersebut terbukti.

“Jika terbukti, tentu akan dikenakan sanksi tegas melalui sidang etik. Namun, kita biarkan proses investigasi berjalan untuk memastikan kebenarannya,” ujar Prof Ansar. (*)