SIDRAP – Sejumlah aktivis dan warga menyoroti tindakan oknum petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) yang diduga melepaskan tembakan brutal menembaki mobil warga di Desa Lainungan, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (14/10/2025) lalu.
Mereka menilai tindakan tersebut sangat berlebihan dan membahayakan nyawa warga sipil. Dalam insiden itu, dua orang yang berada di dalam mobil berhasil keluar dan melarikan diri sebelum menjadi korban.
“Delapan peluru bersarang di bodi mobil bahkan menembus jok. Bukan ban yang ditembak, tapi bodi dan kaca mobil sampai tembus ke dalam,” ungkap Ahlan, aktivis anti narkoba warga Kabupaten Sidrap, kepada Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, Sabtu (18/10/2025).
Menurut dia, tembakan yang dilepaskan petugas bukan lagi bersifat peringatan, melainkan tembakan mematikan yang nyaris menewaskan dua orang di dalam kendaraan tersebut.
Untuk itu, Ahlan meminta agar pihak berwenang mengusut tuntas insiden tersebut dan menindak tegas oknum yang terlibat.
Diberitakan sebelumnya, mobil Mitsubishi Xpander milik Hasdar, warga Kelurahan Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), berlubang di beberapa bagian setelah diberondong peluru oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel.
Insiden yang terjadi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu pada Selasa dini hari (14/10/2025) sekitar pukul 00.40 WITA tersebut, menuai sorotan karena diduga petugas BNNP salah sasaran karena tidak ditemukan barang bukti dalam mobil itu.
Menurut Hasdar, mobil berwarna hitam tersebut disewa oleh seorang kepala dusun warga Kabupaten Siwa, lalu dipinjam oleh dua pria kenalan sang kepala dusun.
“Sekitar tengah malam, kedua pria itu menelpon kepala dusun dan meminta dijemput karena mobil yang mereka kendarai diberondong peluru oleh petugas,” ungkap Hasdar kepada Beritasulsel jaringan Beritasatu.com, Jumat (17/10/2025).
