Tak Terima Dimarahi Saat Demam, Pria ini Tebas Leher Ibunya Hingga Tewas

oleh -

Beritasulsel.com — Seorang pria bernama Rozikin tega ‘memenggal’ leher ibu kandungnya hanya karena kesal dimarahi saat ia sakit.

Pria berusia 28 tahun itu memenggal leher ibu kandungnya bernama Ranis yang telah berusia 60 tahun. Pelaku dan korban masih tinggal serumah di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik.

Peristiwa maut itu bermula disaat Rozikin sakit demam, namun korban memarahi Rozikin. Rupanya Rozikin tidak terima dimarahi lalu menaruh dendam.

BACA JUGA :   Waspadai Terjadinya Pencurian dan Kriminal Lainnya, Ini Pesan Kapolres Parepare

Melihat ibunya tertidur diruang tamu, Rozikin mengambil clurit lalu menebas leher ibunya, dengan sekali tebasan leher sang ibu nyaris putus dan meninggal seketika.

Melihat ibunya bersimbah darah, Rozikin berlari dan bersembunyi di rumah keduanya, clurit yang ia gunakan membunuh juga turut disembunyikan, beruntung polisi cepat menyergapnya.

Saat ditangkap, Rozikin tidak melakukan perlawanan ia juga tidak menunjukkan raut muka sedih. Bahkan didepan petugas, Rozikin mengomel terus sembari mengaku tidak sedih telah membunuh ibu kandungnya.

BACA JUGA :   Oknum Securiti di Sinjai Diringkus Usai Curi Puluhan Handphone

“Saya tega membunuh ibu sendiri karena dimarahi terus-menerus. Sehingga, emosi menjadi-jadi lalu saya bunuh dengan sebilah celurit,” ujarnya di depan penyidik Polsek Dukun, Minggu (10/03/2019) dikutip dari beritajatim.com.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menduga kalau Rozikin mengalami gangguan jiwa. “Ada dugaan pelaku ada gangguan jiwa. Kendati demikian kami tetap melakukan pemeriksaan dengan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa,” tuturnya.

BACA JUGA :   Resmob Polres Barru Ringkus Curanmor Asal Mandalle Pangkep

Dugaan Kapolres juga diperkuat dengan pernyataan Kepala Desa Madumulyorejo, Matrozim, yang mengungkapkan bahwa sebelum membunuh pelaku memang mengalami depresi.

Malahan sama keluarganya pernah diperiksakan ke rumah sakit. “Kondisi kejiwaan pelaku labil. Meski saat ditangkap tidak melakukan perlawanan,” pungkas Matrozim. (*)