Mayat Satpam BRI Ditemukan Tergeletak Kepala Pisah dari Badan

oleh -

Beritasulsel.com – Mayat Satpam BRI di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditemukan tergeletak dengan kondisi mengenaskan dimana kepala korban terpisah dari badan.

Mayat pria tersebut ditemukan di jalan poros Langnga – Cappakala di Kampung Cappakala Desa Samaenre, Kecamatan Mattiro Sompe, Pinrang, pada Kamis malam (24/10) sekira pukul 18.30 wita.

Warga menduga mayat pria yang diketahui bernama Guntur Lambatong (46), warga jalan Seruni Pinrang itu, adalah korban pembunuhan. Dugaan itu didasari atas kondisi kepala mayat tersebut terpisah dari badan.

Namun dugaan itu dibantah oleh pihak kepolisian resor Pinrang. Menurut Polisi, kejadian itu murni akibat kecelakaan lalu lintas. Hal itu sesuai pengakuan Rusli alias Ulli (44) pria yang diamankan pada Sabtu (26/10) dini hari tadi.

“Rusli mengatakan, saat itu ia memperbaiki lampu depan truknya yang mengangkut kendaraan penuai padi, tiba tiba Rusli mendengar suara tabrakan ternyata korban (Guntur) menabrak truk tersebut dari arah belakang,” ucap Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara melalui rilisnya yang diterima media ini sesaat lalu.

“Melihat korban tergeletak di tengah jalan, Rusli bergegas meninggalkan lokasi dan pulang kerumahnya lalu membersihkan percikan darah korban yang menempel di truk dan mobil penuai padi tersebut dengan cara disiram menggunakan air,” imbuh Dharma menirukan pengakuan Rusli.

Kronologis pengungkapan kasus tersebut.

Proses pengungkapan kasus tersebut bermula pada Hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019 pukul 22.00 wita, unit Resmob Polres Pinrang bersama personel Polsek Mattiro sompe melakukan pencarian Barang Bukti berdasarkan petunjuk dari pengembangan penyelidikan.

Selanjutnya pada hari Sabtu Pukul 00.00 wita, ditemukan truk di rumah masyarakat dan mobil penggilingan padi yang sudah terbungkus dengan terpal berwarna biru di lokasi persawahan.

Unit Resmob lalu melakukan penelitian terhadap truk tersebt namun tidak ditemukan tanda-tanda akibat laka lantas. Kemudian personel menemukan mobil penggilingan padi yang sebelumnya diangkut oleh truk,

“Dan betul bahwa di mobil penggilingan padi tersebut telah ditemukan diduga darah dan cairan dari korban laka lantas (korban Guntur),” kata Dharma mengurai kronologis awal pengungkapan kasus tersebut.

Kemudian personel memanggil pemilik truk dan mobil yakni Rusli alias Ulli. Pada saat ditunjukkan bahwa ada diduga darah dan cairan korban yang menempel pada mobil tersebut, Rusli masih belum mengaku dengan alasan bahwa mobil penggilingan miliknya tidak bekerja di daerah TKP (lokasi tempat ditemukannya mayat Guntur).

Setelah mendapat petunjuk di TKP, Piket Reskrim bersama Piket identifikasi menuju ke TKP untuk melaksanakan Olah TKP terhadap truk dan mobil penggilingan padi.

“Berselang beberapa saat, Rusli alias Ulli, akhirnya mengakui bahwa korban menabrak mobil tersebut dari arah belakang” tandas Dharma.

Saat ini Rusli alias Ulli (44) yang diketahui adalah warga Patobong Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, telah diamankan di Mapolres Pinrang bersama barang bukti truk dan mobil penuai padi. (hs/bss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *