Intan Jaya – Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Nabuni, di Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya, Papua Tengah, diduga dibom pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 12.15 WIT.

Insiden yang terjadi tepat setelah ibadah Minggu selesai ini diduga kuat berasal dari bom yang dijatuhkan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.

Akibat serangan udara tersebut, sedikitnya lima orang warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena serpihan ledakan.

Kejadian ini juga memicu kepanikan massal hingga membuat ratusan warga setempat terpaksa mengungsi ke dalam hutan dan ke arah Sugapa untuk menyelamatkan diri.

Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya, Pastor Yance Yogi, Pr., mengonfirmasi langsung peristiwa tersebut.

Pastor Yance bilang, bom meledak di halaman gereja saat para jemaat baru saja keluar dari gedung setelah menyelesaikan misa kudus.

“Kejadiannya pas umat baru selesai sembahyang dan keluar gereja. Tiba-tiba ada ledakan besar di halaman. Bom itu dijatuhkan dari atas memakai drone,” ujar Pastor Yance dihubungi awak media, Senin (18/5/2026).

Warga dan pihak gereja dilaporkan juga menemukan sisa bahan peledak lain yang diduga kuat merupakan jenis granat di sekitar area lokasi kejadian.

Berdasarkan data yang dihimpun Beritasulsel jaringan Beritasatu.com, lima korban luka merupakan warga sipil yang berada di sekitar halaman gereja saat bom dijatuhkan.

Berikut nama namanya, Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, Piter Nabelau.

Pastor Yance menambahkan bahwa tak lama setelah ledakan, dirinya bersama warga langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban.

Dua korban luka serius berhasil dilarikan ke RSUD Intan Jaya di Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Sementara itu, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini, yang dikonfirmasi oleh awak media, meminta waktu agar pihaknya bisa menjelaskan secara detail duduk perkara yang sebenarnya.

“Benar, ada peristiwa tersebut. Tapi (kronologi kejadian) detailnya belum kami peroleh makanya mohon waktu,” singkatnya. ***