Beritasulsel.com – Innalillahi Wainnailaihi Rodjiun, H. Halim (75), dikabarkan meninggal dunia terjebak kobaran api saat rumah miliknya di Dusun Loka, Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, terbakar, Selasa (3/9/2019).

Kabar duka tersebut disebar oleh warga setempat bernama Muh. Yunus, melalui grup facebook Info Warga Bulukumba disertai beberapa foto korban serta rumah korban yang ludes terbakar.

Pada unggahan tersebut pengunggah membubuhi unggahannya dengan keterangan sebagai berikut:

“Innal Lillahi Wainna Ilahi Rojiun.
Hj. Halim Terbakar tak dapat terselamatkan oleh amukan si jago merah akibat kosleting arus pendek listrik. Tepat pada jam 3.00 subuh pagi hari ini.
Alamat.Dusun Loka Desa Tamaona.”

Dikonfirmasi melalui telpon genggamnya, Muh. Yunus, mengatakan bahwa benar dirinya yang mengunggah foto kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dini hari.

Dugaan penyebab kejadian itu, kata dia, akibat korsleting arus pendek listrik yang terjadi di rumah korban. Sayangnya, kata dia, pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian saat rumah korban telah rata dengan tanah.

“Dua unit armada pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian, namun mereka hanya menyiram puing puing bekas kebakaran saja karena rumah sudah rata dengan tanah. Sebagian dari petugas damkar hanya membantu warga mengevakuasi korban karena api sudah padam,” jelas Muh. Yunus yang dikonfirmasi sesaat lalu.

Muh. Yunus menceritakan, rumah tersebut dihuni oleh tiga orang termasuk korban serta istri dan anaknya. Namun saat kejadian istri korban yang pertama terjaga dari tidur karena mencium bau hangus.

Sadar akan rumahnya terbakar, istri korban lalu membangunkan anaknya dan suaminya minta agar cepat menyelamatkan diri. Korban lalu bangun dan bergegas mengambil bajunya setelah itu mereka lalu berlari turun dari rumah namun korban menginjak kaca sehingga terjatuh.

“Disitulah korban menyuruh istrinya menyelamatkan diri. Korban mengatakan kepada istrinya ‘sudahlah tinggalkan saja saya selamatkan dirimu’ bersamaan dengan itu api semakin mengganas istri korban lalu turun dari rumah bersama dengan anaknya tinggallah korban dilalap api,” ucap Muh. Yunus mengurai kronologi kejadian.

Mirisnya, kata Muh. Yunus, hingga Selasa siang, Kepala Desa setempat belum datang melihat kondisi warganya yang mengalami musibah.

Kepala Desa Tamaona yang dihubungi melalui telpon genggamnya, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban. (HS/BSS)