Ini Identitas Mayat Pria di Warung Perbatasan Sidrap – Parepare

oleh -

Beritasulsel.com – Identitas mayat pria yang ditemukan di warung perbatasan Sidrap – Parepare, Rabu (27/11/2019), terungkap. Korban bernama H. Mendeng warga Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

“Jadi H. Mendeng ini datang dari arah Parepare berboncengan dengan teman wanitanya dengan tujuan untuk beristerahat disini. Setengah jam kemudian tiba tiba H. Mendeng ini kejang kejang selanjutnya menghembuskan nafas terakhir,” ucap IPTU Zakariah dilokasi kejadian.

BACA JUGA :   Mayat Pria Warga Parepare Ditemukan di Warung Perbatasan Sidrap

Saat ditanya terkait penyebab kematian korban. IPTU Zakariah mengatakan bahwa korban mempunyai riwayat penyakit jantung. Sedangkan terkait teman wanitanya, Zakariah mengatakan bahwa setelah mengetahui korban meninggal dunia, wanita tersebut menghilang.

“Teman wanitanya kita tidak tahu siapa, identitasnya kita tidak tahu. Yang jelas menurut pengakuan saksi, korban bersama teman wanitanya bersama sama kesini untuk beristerahat sejenak,” sambungnya.

Terkait isu bahwa korban meninggal diduga over dosis obat kuat pria, hal itu dibantah oleh IPTU Zakariah. “Tidak ada (obat yang ditemukan) tidak ada,” pungkas dia.

BACA JUGA :   Mayat Pria Warga Parepare Ditemukan di Warung Perbatasan Sidrap

Diberitakan sebelumnya, Seorang pria warga Parepare ditemukan tewas di sebuah warung di perbatasan Sidrap – Parepare, tepatnya di Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap, Rabu (27/11/2019).

Menurut warga setempat, sebelum korban ditemukan tewas, korban datang ke warung tersebut bersama seorang wanita menggunakan sepeda motor lalu minta izin kepada pemilik warung untuk menumpang kamar.

BACA JUGA :   Mayat Pria Warga Parepare Ditemukan di Warung Perbatasan Sidrap

“Setelah minta izin dan dipersilahkan, korban ini masuk bersama teman wanitanya tidak lama kemudian wanita tersebut keluar lalu pergi,” ucap Anis kepada wartawan dilokasi kejadian.

“Ini (warung yang ditempati korban) rumahnya orang tuaku, korban sudah mati baru saya dipanggil,” sambung Anis. (RIS/BSS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *