Bulukumba – Terungkap, korban tewas akibat ledakan yang diduga bom yang terjadi di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulaeesi Selatan (Sulsel), pada Selasa malam 1 Juli 2025, bernama Jusmawati.

Lokasi ledakan disebutkan berada di sebuah rumah batu di Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Jusmawati yang diketahui adalah warga setempat, tewas di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, IPTU Muhammad Ali, yang dihubungi membenarkan identitas korban bernama Jusmawati.

“Iya (korban bernama Jusmawati),” singkat Iptu Muh. Ali, dikonfirmasi Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com sesaat lalu.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti benda yang meledak tersebut. Muh. Ali juga mengaku belum bisa merapat ke TKP sebelum disterilkan oleh tim penjinak bom.

“Ini yang belum dipastikan (bom atau bukan) karena harus dari jibon (tim penjinak bom) yang masuk dulu mensterilkan (tempat kejadian perkara),” terangnya.

 Sebelumnya diberitakan, beredar informasi bahwa sebuah bom meledak di salah satu desa di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Satu orang warga dikabarkan tewas pada peristiwa yang terjadi Selasa malam 1 Juli 2025 tersebut.

Sayangnya, informasi yang beredar tidak menyebutkan jenis bom yang meledak, hanya dijelaskan bahwa sebuah bom meledak dan saat ini polisi telah mengamankan tempat kejadian.

Kasat reskrim Polres Bulukumba, IPTU Muhammad Ali yang dihubungi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya ledakan tersebut.

Hanya saja Muhammad Ali mengaku belum bisa memastikan apakah benda yang meledak tersebut adalah bom atau bukan.

“Betul ada ledakan di Kajang, tapi untuk memastikan apakah bom, harus menunggu dari Jibon (penjinak bom) dulu untuk memastilan, kami hanya mensterilkan lokasi,” ucap IPTU Muh. Ali dikonfirmasi sesaat lalu.

Saat ditanya apakah ada korban jiwa sebagaimana informasi yang beredar? Muhammad Ali juga belum bisa memastikan.

“Iya dugaan sementara ada korban jiwa. Tapi untuk memastikan kami menunggu tim penjinak bom mensterilkan lokasi telebih dahulu. Saat ini kami belum bisa masuk sebelum ada tim Jibon mensterilkan TKP (tempat kejadian perkara),” imbuh Muh. Ali menandaskan. ***