Puncak peringatan Hari Jadi Bantaeng (HJB) ke 771 di Balai Kartini pada Minggu (07 Desember 2025) yang di hadiri langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi bersama rombongan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, menuai sorotan dari Ketua DPC PKB Bantaeng, Muhammad Asri Bakri.
Ketua DPC PKB Bantaeng itu kepada Beritasulsel.com network Beritasatu.com pada Minggu malam, mengatakan: “Peringatan HJB ke 771 ini, Kabupaten Bantaeng tidak mendapatkan kado spesial (bantuan keuangan) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan”.
Untuk diketahui, kata Asri Bakri, selama dua dekade terakhir di era kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo dan Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng hampir tiap tahun mendapatkan bantuan keuangan disetiap momen hari jadi sebagai kado spesial dari Pemprov Sulsel.
“Ada apa? Kok tahun 2025 ini kado spesial (bantuan keuangan) itu tidak ada? Kenapa bisa begitu?,” ujar Ketua DPC PKB Bantaeng.
Legislator DPRD Bantaeng itu menganggap ini adalah perlakuan tidak adil oleh Gubernur Sulsel.
“Seharusnya Gubernur Sulsel berlaku adil untuk menyamaratakan semua kota dan kabupaten di Sulsel dalam memberikan kado spesial di momen hari jadi,” ungkapnya.
“Jangan karena Kabupaten Bantaeng salah satu dari 3 kabupaten di Sulsel pada Pilgub 2024 kemarin Gubernur Sulsel sekarang kalah perolehan suara, sehingga Kabupaten Bantaeng dijadikan anak tiri,” kata Ketua DPC PKB Bantaeng.
“Tidak rasional kalau alasan itu yang digunakan Gubernur Sulsel, karena Kabupaten Bantaeng adalah salah satu dari 24 kota/kabupaten dan merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Legislator DPRD Bantaeng.
Ketua DPC PKB Bantaeng itu berharap agar pada momen hari jadi tahun depan, Gubernur Sulsel bisa berlaku lebih adil untuk semua kota dan kabupaten di momen hari jadi untuk memberikan kado spesial (bantuan keuangan), termasuk kepada Kabupaten Bantaeng.
