Parepare, Sulsel – Walikota Parepare, HM Taufan Pawe dan Wakil Walikota Parepare, H. Pangerang Rahim hari ini tanggal 31 Oktober 2020 memasuki tahun keduanya sebagai orang pertama di Kota Parepare.
Dua tahun memimpin Kota Parepare, Taufan Pawe bersama Pangerang Rahim dinilai berhasil memajukan Kota Parepare. Bahkan, dalam kurun waktu 7 tahun mengabdi, Taufan Pawe mampu membangkitkan perekonomian Kota Parepare menjadi lebih baik.
Sesuai dengan data dari Bappeda Kota Parepare, kepemimpinan Taufan Pawe di Kota Parepare telah menorehkan sebanyak 173 penghargaan. Dibandingkan pada tahun 2014 yang hanya ada 6 penghargaan saja.
Pada sektor pertumbuhan ekonomi masyarakat pada tahun 2014, hanya diangka 6.33% sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 6,65%. Begitu pula pada sektor inflasi juga sangat menguntungkan dimana pada tahun 2014 berada diangka cukup tinggi 9,38%. Namun tahun 2020 turun dan berada diangka yang sangat stabil pada 2,45%.
Demikian halnya pada sektor angka kemiskinan Kota Parepare yang menunjukkan penurunan dimana pada tahun 2014 yang lalu berada diangka 5,88%, kini menjadi 5,26%.
Pada Gini Rasio juga menampilkan hal yang cukup menggembirakan. Meskipun suasana pandemi, Parepare tetap mampu berada diangka 0,350%. Dibandingkan pada tahun 2014 ada diangka 0,423%.
Sementara untuk sektor pendapatan perkapita masyarakat Kota Parepare pada tahun 2014 hanya dikisaran angka 32,39 juta. Namun tahun 2020 ini ada diangka 49,8 juta.
Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Parepare mampu tembus diangka 7,23 trilliun sementara tahun 2014 hanya diangka 4,428 trilliun. Untuk Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2014 hanya diangka 75,66%. Sedangkan tahun 2020 ini berada diangka 77,62%.
Pada sektor partisipasi angka kerja Parepare pada tahun 2014 hanya dikisaran 60,62%. Meningkat pada tahun 2020 menjadi 63,27%. Untuk angka pengangguran juga menampakkan penurunan. Pada tahun 2014 diangka 7,06% menjadi 6,42% pada tahun 2020.
Pada sektor belanja langsung Pemkot Parepare tahun 2014 hanya diangka 293 Milyar. Sedangkan pada tahun 2020 ini sudah diangka 573 Milyar lebih. Begitupula APBD Kota Parepare pada tahun 2014 diangka 620 Milyar lebih dan tahun 2020 meningkat diangka 947 milyar lebih.
Selanjutnya, angka kepuasan masyarakat Kota Parepare meningkat diangka 94,25%. Dimana pada tahun 2014 hanya diangka 75,32%.
Pertumbuhan ini disebabkan beberapa lapangan usaha yang tumbuh lebih cepat dibandingkan sebelumnya, diantaranya yang paling tinggi adalah Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan social wajib sebesar 14,44 persen.
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, mengatakan, Pemerintah Kota Parepare saat ini memang melakukan Skala Prioritas bagi pengembangan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19. Ia bahkan meminta kepada seluruh aparaturnya untuk melakukan percepatan pekerjaan Fisik demi menunjang ekonomi para buruh dan pelaku usaha yang berkaitan.
“Kita tahu dengan pelaksanaan pekerjaan fisik bisa lebih cepat dilakukan maka kemudian akan menunjang ekonomi bagi para buruh bangunan dan juga pelaku ekonomi yang berkaitan dengan pembangunan fisik ini. Namun kami tetap menekankan kepada para rekanan untuk mengedepankan protokol kesehatan didalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Kota Parepare sebagai Kota industri tanpa cerobong asap ini menurut Taufan mengandalkan tiga sektor pembangunan, yang mana didalamnya adalah sektor Pariwisata, Kesehatan dan Pendidikan.
Dia juga menjelaskan bahwa dalam membangun Kota Parepare, nama Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie menjadi simbol. Tidak sedikit bangunan monumental dihadirkan di Parepare dengan mengangkat nama Habibie.
“Yang pertama kami hadirkan yakni Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, kemudian Balai Ainun Habibie, Auditorium Habibie, RS Regional Hasri Ainun Habibie, ITH BJ Habibie, dan yang akan kita wujudkan juga Museum BJ Habibie. Bahkan kita juga berfikir bagaimana menghadirkan Masjid Terapung BJ Habibie”, tandasnya. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.