MAKASSAR – Kasus kematian seorang wanita yang telah bersuami berinisial MH (40) di sebuah hotel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya terungkap.

Polisi memastikan wanita tersebut adalah korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial EB (40), yang diketahui merupakan selingkuhannya sendiri.

Ironisnya, baik korban maupun pelaku ternyata sama-sama masih memiliki pasangan sah alias telah berumah tangga.

Terduga pelaku diamankan tim gabungan Resmob Polda Sulsel bersama Jatanras Polrestabes Makassar di rumahnya pada Kamis (21/5/2026) malam.

Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polsek Rappocini guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata mengatakan bahwa pengungkapan kasus itu berawal dari penyelidikan polisi atas kematian korban yang ditemukan dalam kamar hotel di Jalan Sungai Saddang, Kecamatan Rappocini, Makassar.

Dari hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan visum sementara, polisi menemukan adanya dugaan korban meninggal akibat mengonsumsi obat antinyeri yang diberikan oleh pelaku.

“Hasil sementara visum menunjukkan korban diduga meninggal akibat overdosis obat anti nyeri yang diberikan pelaku,” ungkap Wawan, Jumat (22/5/2026).

Polisi juga mengungkap hubungan antara korban dan pelaku merupakan hubungan terlarang. Keduanya diketahui masih berstatus suami dan istri dengan pasangan masing-masing.

Menurut Wawan, motif pembunuhan diduga dipicu persoalan asmara dan rasa cemburu. Pelaku diduga emosi setelah mengetahui korban menjalin hubungan dengan pria lain.

“Pelaku dan korban memiliki hubungan khusus. Ada persoalan percintaan yang diduga memicu aksi tersebut,” jelas dia.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan di dalam kamar hotel pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan, yaitu terlihat darah keluar dari mulutnya.

Wanita yang telah bersuami tersebut diketahui telah menginap selama dua hari di hotel tersebut sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Penemuan mayat itu pertama kali diketahui oleh penghuni hotel lain yang curiga dengan kondisi kamar korban. Pihak hotel kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan kandungan obat yang dikonsumsi korban dan kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi pembunuhan itu. (***)